Ini Pesan Wali Kota Mojokerto Saat Membuka Madrasah Kader NU Ke-45

Ini Pesan Wali Kota Mojokerto Saat Membuka Madrasah Kader NU Ke-45
Ini Pesan Wali Kota Mojokerto Saat Membuka Madrasah Kader NU Ke-45

Mojokerto – Peningkatan kualitas sumber daya manusia Kota Mojokerto menjadi salah satu fokus pembangunan yang tidak dilewatkan dalam pemerintahan Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Sebagaimana tercantum dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023.

Kendati demikian, sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut tidak menampik jika jalannya pembangunan SDM di Kota Mojokerto juga tidak lepas dari peran kelompok masyarakat yang lain. Salah satunya melalui kehadiran kelompok PC Muslimat NU Kota Mojokerto.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya program-program Muslimat NU. Hal tersebut dalam rangka bersinergi meningkatkan kapasitas sdm di Kota Mojokerto,” ungkap Ning Ita dalam pembukaan Madrasah Kader NU ke-45, Jumat sore (11/2/2022).

Lebih lanjut, ia juga mengharapkan agar ke depan para kader Muslimat NU dapat secara utuh memahami makna ahlus sunnah wal jama’ah (aswaja), sebagai ideologi yang tidak hanya diterapkan dalam internal organisasi, melainkan juga di berbagai sektor kehidupan.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Apresiasi Turnamen Bola Voli Piala Bupati 2024

“Saya berharap ke depan tidak hanya besar dalam jumlah kader, tapi juga kualitas dari seluruh jamaah kader agar memiliki kompetensi yang tinggi,” ujarnya di hadapan para kader Muslimat NU yang merupakan peserta MKNU ke-45
.
Menurutnya, pemahaman amaliyah dan ubudiyah aswaja yang bersumber pada Alquran dan Hadits secara utuh begitu relevan dengan perkembangan zaman yang ada. Dimana terdapat beragam ideologi yang belakangan muncul, mencoba merongrong nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang juga kemudian dapat mengancam kesatuan dan keutuhan NKRI.
Selain itu, sebagai salah satu kader Muslimat NU yang juga turut serta dalam MKNU tersebut, Ning Ita juga mengajak kader Muslimat NU lainnya agar bisa melek teknologi, dan memanfaatkannya untuk berdakwah terkait aswaja. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Bu Nyai Masruroh Wahid, PW Muslimat NU Jawa Timur.

Baca Juga :  KONI Kabupaten Mojokerto Gelar Turnamen Bola Voli Piala Bupati Mojokerto Cup 2024

“Para kader muslimat NU harus memiliki militensi yang dapat mengimbangi tantangan zaman. Mengingat banyak tantangan yang terus datang, yang tanpa disadari dapat menggoyahkan umat Islam,” ucapnya. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *