Pengurus DMI Kabupaten Mojokerto Resmi Dilantik, Ini Pesan Wabup

Pengurus DMI Kabupaten Mojokerto Resmi Dilantik, Ini Pesan Wabup
Pengurus DMI Kabupaten Mojokerto Resmi Dilantik, Ini Pesan Wabup

MOJOKERTO, Majalahglobal.com – Ketua PW DMI (Dewan Masjid Indonesia) Jatim. Drs. H. M. Roziqi, M.M.l resmi melantik Pengurus Daerah DMI Kabupaten Mojokerto masa bakti 2020 – 2025 Sabtu, (10/4/2021) di Masjid Kampus IKHAC Bendunganjati Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Wakil Bupati Mojokerto H. Muhammad Al Barra Lc. MHum. dalam sambutannya, berharap pengurus DMI Kabupaten Mojokerto semakin memakmurkan masjid. Selain itu, diharapkan DMI bisa memberi isnpirasi bagi generasi muda untuk menciptakan SDM yang unggul, beraklak baik serta berprestasi untuk mendukung dalam mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang Maju, Adil, dan Makmur.

“Memakmurkan masjid bisa dengan berbagai macam kegiatan keumatan. Kalau kita sering beribadah di masjid dengan tujuan memakmurkan masjid, akan memiliki ikatan batin dengan masjid. Segala upaya memakmurkan masjid secara maknawiyah, di antaranya mengikuti jamaah salat serta menghidupkan berbgai kegiatan keagamaan maupun dakwah,” harap Gus Barra.

Sementara itu, Ketua Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Mojokerto Nur Rokhmad mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama menjalankan ibadah di Masjid.

“Selama ramadhan kali ini, kami mengajak kepada masyarkat mojokerto untuk mematuhi sesuai dengan anjuran dari Kementerian Agama republik indonesia. Kemudian untuk ramadhan tahun ini, masih tetap menggunakan protokol kesehatan, kemampuan daya tampung masjid kita 50% kita maksimalkan sesuai anjuran Menteri Agama,” tandasnya.

Mengenai berbagai kegiatan keagamaan yang dilakukan di dalam masjid, Nur Rakhmat menjelaskan mengenai jam-jam khusus bagi seluruh elemen masyarakat.

“Terkait dengan kegiatan khotmil Qur’an, kami menyediakan waktu untuk ibu-ibu bada subuh, untuk anak-anak bada Anshar menjelang takjil bersama. Kemudian bapak-bapak untuk remaja masjid setelah melaksanakan sholat tarawih,,” tandasnya.

Mengenai upaya pemakmuran masjid, di beberapa masjid nantinya akan menyediakan dan juga menerima takjil (makanan pembuka ramadhan).

“Kemudian kami sediakan juga, kami anjurkan kepada teman-teman semua bahwa menjelang berbuka puasa kami ajak para jamaah untuk bersepakat dalam rangka mengirim takjil untuk memakmurkan masjid,” ujarnya.

Mengenai penggunaan pelantang masjid, juga maksimal pukul 22.00 WIB untuk pelantang yang di atas.

“Untuk Masyarakat Mojokerto ketika menggunakan pengeras suara itu dilakukan pada saat waktu sholat, kemudian pada saat tadarus Maksimal menggunakan pengeras suara itu pukul 22.00. Adapun tadarus untuk malam suntuk silahkan bagi itu menggunakan pengeras suara di dalam masjid saja,” tutupnya. (jay)

Exit mobile version