TK di Mojokerto ini Gelar Pembelajaran Tatap Muka, SD-SMP Sebentar Lagi

TK di Mojokerto ini Gelar Pembelajaran Tatap Muka, SD-SMP Sebentar Lagi
TK di Mojokerto ini Gelar Pembelajaran Tatap Muka, SD-SMP Sebentar Lagi
TK di Mojokerto ini Gelar Pembelajaran Tatap Muka, SD-SMP Sebentar Lagi

Majalahglobal.com, MOJOKERTO – Yayasan Kemala Bhayangkari Kabupaten Mojokerto mengadakan simulasi pembelajaran tatap muka TK Kemala Bhayangkari 85 Mojokerto dan Peresmian Taman Lalu Lintas TK Kemala Bhayangkari 85 Mojokerto, Selasa (23/3/2021) di Polsek Sooko, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Nyonya Ully Nico Afinta Saat Resmikan Taman Lalu Lintas TK Kemala Bhayangkari 85 Mojokerto

Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Mojokerto Nyonya Fitri Dony Alexander mengatakan, hari ini kami akan mengadakan acara simulasi sekolah tatap muka serta peresmian taman lalu lintas di TK Sooko Mojokerto. Terima kasih banyak untuk Ibu Ully Nico Afinta selaku Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari daerah Jawa Timur yang telah hadir di acara ini.

“Sekilas tentang cabang kami di sini, kami Yayasan Kemala Bhayangkari cabang Mojokerto memiliki 3 sekolah salah satunya di sini. Yang kedua di Pacet dan yang ketiga di Mojosari. Tujuan kami mengundang Bapak Ibu sekalian dalam rangka meninjau simulasi Sekolah di mana pada bulan Maret 2021 menteri pendidikan meminta untuk membuka Sekolah di mana tujuannya untuk membiasakan sekolah sekolah dalam rangka sekolah tatap muka dalam keadaan new normal atau normal baru,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, kami dari Yayasan Kemala Bhayangkari cabang Mojokerto sudah melakukan persiapan persiapan diantaranya yang pertama adalah Kami membuat SOP atau standar operasional prosedur di mana ini dirujuk dari keputusan Menteri bersama, yaitu Menteri Agama, pendidikan, kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

“Lalu setelah membuat SOP kami sudah membuat mekanisme sekolah dimana sekolah dibuat hanya satu jam saja dan dalam satu kelas terdiri maksimal 5 orang anak. Jadi yang masuk bergantian dan dilakukan dalam dua gelombang. Contohnya di TK ini ada yang dari jam 8 sampai jam 9 dan ada 9.30 sampai jam 10.30. Setelah itu apabila masih ada anak-anak yang bersekolah secara daring akan dilakukan setelah sekolah tatap muka berakhir,” jelasnya.

Masih kata Nyonya Fitri Dony Alexander, kami juga melakukan pelatihan kepada guru-guru kami. Bagaimana cara belajar mengajar di masa pandemi ini baik secara daring maupun secara tatap muka. Disini kami banyak dibantu oleh Bapak Zainul selaku Dinas Pendidikan. Serta Selanjutnya kami sosialisasikan semuanya kepada orang tua murid baik dari SOP mekanisme maupun video simulasi sekolah. Jadi kami sudah membuat video simulasi sekolahnya dan sudah disosialisasikan kepada orang tua murid.

“Dengan harapan orang tua murid mengajarkan kepada anak-anaknya. Dan Alhamdulillah pada tanggal 8 Desember 2020 kami telah mengikuti rapat gabungan ini bersama Satgas covid-19 dan kami sudah melengkapi syarat administrasi untuk melakukan sekolah tatap muka,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto mengatakan, alhamdulillah acara hari ini akan menjadi contoh buat kita semuanya. Karena kekhawatiran yang mungkin ada di masyarakat baik di tingkat para pendidik anak usia dini maupun orang tuanya terkait dengan bagaimana nanti kalau Pendidikan Anak Usia Dini ini dilaksanakan secara tatap muka di situasi pandemi seperti saat ini.

“Dengan adanya perpanjangan PPKM mikro yang keempat ini. Kita telah boleh melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring maupun luring. Kita sudah bisa memulainya tentunya nanti dengan segala persiapan persiapan baik materi maupun persiapan-persiapan lainnya. Untuk anak usia dini SD dan SMP kita akan segera memulai pembelajaran secara luring tentu saja fisiknya dulu kita siapkan. Sistem kita siapkan juga dengan aturan-aturan yang menyertai. Tidak lupa guru-gurunya semuanya harus vaksin lengkap,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Pandemi selesai atau tidak selesai tatap muka akan dimulai nanti pada tahun ajaran baru. Hal itu karena Permendagri sudah mengizinkan. kita sudah mulai mencoba dengan bertahap ya.

“Bertahap sambil nanti proses yang bertahap ini kita lakukan evaluasi evaluasi. Tujuan utamanya tetap keselamatan anak-anak dan mendapatkan haknya untuk belajar secara normal tetapi dengan tetap mengutamakan keselamatan,” tutupnya. (jay)

Exit mobile version