HOME // Advertorial // Berita Banyuwangi

DPRD Banyuwangi Diskusi dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Kalibaru

   Pada: November 14, 2020
DPRD Banyuwangi Diskusi dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Kalibaru

Berita Banyuwangi Hari Ini – majalahglobal.com : Forum Komunikasi Mahasiswa Kalibaru (FKMK) menggelar diskusi besama DPRD Banyuwangi. Selain untuk mengupas potensi kepemudaan, diskusi ini juga dimaksudkan untuk mempererat kekompakan dan menggenjot semangat muda dalam memerankan peran masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat.

,

Melibatkan sekitar 50 mahasiswa asal Kecamatan Kalibaru, diskusi yang berlangsung di At Tab Coffee ini berlangsung gayeng. Selama diskusi, para mahasiswa tersebut berfokus mengenai program pendampingan kemasyarakatan dalam meningkatkan potensi lokal.

Ketua FKMK, Hoyrul Hidayah mengatakan bahwa dalam memperkuat sinergi antar anggota, haruslah ada kegiatan yang mampu dijadikan sebagai wadah dalam berkreasi. Wadah yang mampu menampung setiap ide kreatif dan gagasan.

“Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan Ini juga sebagai sarana untuk memperkenalkan FKMK lebih dalam lagi,” ujar Hoyrul kepada, Minggu (14/11/2020).

Dijelaskan Hoyrul Hidayah, FKMK ini adalah forum yang menampung mahasiswa dari puluhan kampus yang ada di Indonesia.

“Untuk anggota kami sudah ada 300 lebih, itu terdiri dari 28 kampus di berbagai wilayah di Indonesia,” pungkas Hoyrul.

Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, Abdul Gofur menyatakan bahwa sebagai pemuda harus memberikan kontribusi terhadap pemerintah daerah. Yakni melalui ide-ide kreatif yang dapat diaplikasikan dalam kalender pembangunan.

Sebab itu, peran pemuda sangat dibutuhkan sebagai implementasi pembangunan yang menyeluruh. Yakni, agar pembangunan yang dilaksanakan lebih terarah dan memberikan hasil dan daya guna yang efektif bagi kehidupan masyarakat.

Dijelaskan legislator Komisi 1 tersebut, untuk mewujudkan sinergitas pemerintahan dengan pemuda ini, maka pembangunan yang dilaksanakan harus mengacu pada perencanaan yang terprogram secara bertahap. Tentunya, dengan memperhatikan perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

“Tidak usah berkecil hati karena tinggal di Desa, mari kita tunjukkan inovasi dan kreativitas dalam memperkuat pembangunan Banyuwangi kedepan,” terang Gofur.

Diharapkan, diskusi semacam ini dapat menjadi salah satu solusi yang dapat mendorong pemuda sebagai agen perubahan. Yakni pemuda dapat melakukan perubahan-perubahan dalam lingkup kemasyarakatan, menuju kearah yang lebih baik. (Jay/Adv)





Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.