HOME // Berita Ngawi // Uncategorized

Kedapatan Membawa Obat Terlarang, Karyawan Minimarket diringkus Polisi

   Pada: November 3, 2017

NGAWI – majalahglobal.com : Seorang karyawan minimarket ditangkap Satreskoba Polres Ngawi pada Kamis (02/11/17) sekitar pukul 00.15 WIB di Desa Walikukun, Kecamatan Walikukun, Ngawi karena kedapatan membawa pil jenis trihexypenidhyl dan jenis tramadol. Dari tangan pria yang berinisial RM (22) telah ditemukan 17 strip pil Trihexyphenidhyl masing-masing strip berisi 10 butir dan 3 strip Tramadol dengan total 170 butir pil.

,

Penyergapan RM yang tercatat sebagai warga Desa Tulakan, Kecamatam Sine, Ngawi dan yang bekerja di salah satu minimarket di Walikukun tersebut tak lepas dari informasi yang diberikan oleh masyarakat, kemudian dikembangkan pihak kepolisian selama satu bulan lebih dan semua informasi dari berbagai sumber itu mengarah kepada yang bersangkutan.

“tersangka RM ini sudah menjadi target operasi sejak sebulan lalu mendasar info dari masyarakat. Menurut pengakuan sementara tersangka, ratusan pil koplo diambil atau didapat dari wilayah Sragen Jawa Tengah,” terang Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid, Kamis (02/11).

Lanjutnya, dengan alat bukti ratusan butir pil terlarang tersebut selain untuk dikonsumsi sendiri ternyata RM juga mengedarkannya kepada orang lain, baik di kawasan tempat tinggalnya maupun di sekitar tempat Ia bekerja Dan yang menjadi sasaran peredaran pil tersebut sendiri bukanlah dari kalangan pelajar, melainkan orang yang telah dewasa atau sudah bekerja, Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk mendongkrak stamina dalam beraktifitas. Setiap strip pil baik jenis Trihexyphenidyl maupun Tramadol dibeli seharga 16 ribu rupiah kemudian dijual lagi ke konsumen  dengan dihargai 30 ribu rupiah.

Pungkasnya, ketika ditangkap RM tidak melakukan perlawanan dan mengakui seluruh perbuatannya baik sebagai konsumen maupun pengedar pil terlarang tersebut. Dengan demikian untuk memberikan efek jera RM bakal dijerat dengan UURI No 36 Tahun  2009 tentang Kesehatan yang ancaman hukumannya paling lama 12 tahun penjara. (Fery)





Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.