HOME // Berita Banyuwangi // Uncategorized

Dwi Jossy Yang Dilahirkan Tanpa Memiliki Alat Kelamin Dan Anus, Mendapatkan Perhatian Serius Bupati Banyuwangi

   Pada: Agustus 8, 2017

BANYUWANGI – majalahglobal.com : Dwi Jossy anak berusia 14 tahun yang dilahirkan tanpa memiliki alat kelamin & anus dikunjungi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas(4/8). Terkait dengan keinginan Jossy untuk memiliki kelamin berjenis laki-laki, Bupati Anas akan mendukung keputusan keluarga Jossy. Untuk itu keluarga akan didampingi tim psikolog untuk mendapatkan masukan serta pendampingan.

,

Bupati Anas memberikan motivasi kepada Jossy untuk terus bersekolah dan menggapai cita-citanya. Saat ditemui, Jossy tengah bermain spinner dengan teman-temannya di lorong gang menuju rumahnya. Bupati Anas pun ikut mencoba permainan tersebut. Bupati Anas mengagumi optimisme dan rasa percaya diri yang ditunjukkan oleh Jossy.

Anak kelas 6 SD ini menunjukkan keceriaan seperti anak-anak kecil pada umumnya. Suasanya begitu santai dan Jossy pun nampak percaya diri menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh Bupati Anas. Kemudian Bupati Anas mengajak Jossy berjalan menuju kerumahnya. Selama perjalanan Bupati Anas melontarkan beberapa pertanyaan yang dijawab lugas oleh Josi. Seperti apa pelajaran kesukaannya dan cita-citanya setelah besar nanti.

Bupati Anas mengatakan, “Jossy ini anak yang hebat, pemerintah daerah akan mendukung pendidikan Jossy agar cita-citanya bisa terwujud. Terkait pengobatan Jossy pemerintah daerah akan melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan. Dia pun memerintahkan tim dokter rumah sakit daerah untuk terus mendampingi Jossy dan keluarganya selama proses pengobatan.”

Bupati Anas juga menambahkan, “Rumah sakit saya perintahkan mengambil langkah yang diperlukan dan ada tim dokter yang terus mendampingi. Selain tim dokter Jossy dan keluarga juga akan didampingi oleh Psikolog. Pemerintah daerah siap melakukan langkah terbaik sesuai keinginan keluarga. Saya juga sudah instruksikan ke dinas pendidikan, camat, desa agar jangan sampai ada bully di sekolah dan lingkungan sekitar terhadap dia.”

Sementara Jossy mengatakan, “Saya paling suka matematika. Tapi tidak suka bahasa Jawa. Jossy juga mengutarakan cita-citanya yang ingin menjadi dokter, dan Jossy menyampaikan keinginannya yaitu ingin menjadi anak laki-laki, dan kini sedang menunggu beberapa syarat medis, seperti berat badan, untuk difasilitasi naik meja operasi untuk dibuatkan alat vital.” (Andi)





Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.