Majalahglobal.com, Mojokerto – SMAN 2 Kota Mojokerto perlu diacungi jempol dalam dunia pendidikan di tingkat SMA. SMA Negeri 2 Kota Mojokerto adalah Sekolah Menengah Atas Negeri bertaraf internasional yang biasa disebut Buwitashakti dan Inscada yang berada di Jalan Raya Ijen No. 9 Kota Mojokerto.
Humas SMAN 2 Kota Mojokerto, H. Mat Suciadi, S.Pd. menerangkan, jumlah murid tahun ajaran baru ada sebanyak 432 murid dengan jumlah rombel 36. Dari 432 murid tersebut ada 160 murid yang mendapat keringanan atau subsidi.
“SMAN 2 Kota Mojokerto ini tidak pernah ada kata wajib untuk beli seragam bahkan boleh diangsur sampai akhir tahun. Bahkan yang betul-betul kurang mampu digratiskan sesuai aturan yang ada. Maka dari itu, SMAN 2 Kota Mojokerto ini sangat tampil beda. Pokoknya wali murid jangan khawatir, ayo kita dukung program pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa 12 tahun,” jelas Humas SMAN 2 Kota Mojokerto, Jumat (28/7/2023).

Lebih lanjut dikatakannya, SMAN 2 Mojokerto berdiri pada tanggal 9 Oktober 1982 diatas tanah seluas 17.867m2 yang terletak di Jalan Raya Ijen No. 9 Kota Mojokerto. SMAN 2 Mojokerto diresmikan pada tanggal 30 Januari 1983 oleh Gubernur K.D.H.Tk.I Jawa Timur bapak H. Soenandar Prijosoedarmo.
“Visi SMAN 2 Kota Mojokerto adalah menjadi Sekolah Unggul dalam Imtaq, Iptek, Budi Pekerti, Peduli Lingkungan dan Berwawasan Internasional. Indikatornya menjadi insan yang taat menjalankan ajaran agama sesuai dengan keyakinannya. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan ICT,” ungkapnya.

Selain itu, indikator selanjutnya adalah memiliki sikap dan perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai moral dan etika yang berlaku. Memiliki sikap dan perilaku hidup bersih, sehat, teratur, dan suka bekerja keras untuk pembangunan yang berwawasan lingkungan.
“Tujuan Jangka Pendek SMAN 2 Kota Mojokerto adalah memperoleh prestasi akademik yang unggul di tingkat provinsi dengan rata-rata nilai UN minimal 9,00. Mempertahankan tingkat kelulusan siswa 100 %. Menghasilkan lulusan yang mampu bersaing untuk memasuki PTN sekurang-kurangnya 80 % dari jumlah pendaftar. Menciptakan proses pembelajaran yang aktif,inovatif, inspiratif, efektif, efisien, terarah dan menyenangkan. Mampu memperoleh, mempertahankan dan meningkatkan prestasi juara bidang akademik dan non akademik di tingkat kota/kabupaten, provinsi, nasional, dan internasional,” terangnya.











