Majalahglobal.com, Kabupaten Bangka – Kasus kekerasan seksual terhadap anak ini sudah sangat sering terjadi di kalangan korban anak di bawah umur. Pelakunya ini biasanya terjadi karena pelakunya hypersex atau penyakit yang kurang kepuasan hasrat dalam berhubungan badan.
Seperti yang terjadi pada tanggal 31 Desember 2022 yang dimana bertepatan di malam pergantian tahun baru yang terjadi di jalan perumahan berkah syariah blok B No 32 Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, provinsi Bangka Belitung.
Dimana korban adalah anak perempuan dibawah umur dan diduga pelaku dari salah satu oknum ketua organisasi.
Dari adanya laporan dengan tindakan diduga pelecehan seksual kepada anak dibawah umur, awak media langsung meminta keterangan langsung ke salah satu orang tua korban.
“Ketika itu anak saya bernama (AR) sedang merayakan ulang tahun Abang yang tepat pas pergantian tahun baru dan dirayakan di jalan perumahan berkah syariah blok B No 32. Disitu merupakan rumahnya dari oknum ketua organisasi yang diduga mau melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap anak saya,” ungkap ibu korban, Senin (16/1/2023).
Lebih lanjut dikatakannya, waktu kejadian AR melihat Abangnya di WC karena pintu WC di rumah tersebut sedang rusak. Pertama saat masuk aman, pas yang kedua masuk si oknum ketua organisasi BR juga masuk di dalam ruangan.
“Nah disitulah anak saya AR dipeluk, dirangkul, dicium pipi dan bibir tapi anak saya AR langsung menepis. Dan anak saya langsung lari dan akhirnya mengadukan peristiwa ini kepada saya. Sebagai ibu yang mengandungnya, mendengar kejadian ini anak sudah dilecehkan langsung syok dan tidak menyangka bisa terjadi seperti ini. untuk kejadian ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib supaya untuk ditindaklanjuti dan masih menunggu panggilan lagi dari aparat penegak hukum supaya di proses dan jangan sampai ada korban lagi dari oknum ketua organisasi berinisial BR ini” terang ibu korban.
Bukannya taubat atau jera si oknum BR ini juga pernah melecehkan salah satu anggota dari organisasi tersebut yang berinisial SR dan NS.
Pada tanggal 11 Januari 2023, korban NS mencari tunangannya yang berinisial SR di rumah oknum BR karena tunangannya sering kesitu. Dan ternyata BR tidak ada disitu dan ketemu langsung sama oknum BR.
“Sayapun disuruh masuk kedalam karena tidak bepikir macam-macam, saya pun masuk ke rumah tersebut. Yang saya sampai trauma saat ini kejadian di ruang tv yang dimana oknum BR tiba-tiba langsung memeluk saya sambil berbaring, mencium kening dan saat mau cium bibir saya, saya langsung menepis. Dari situ oknum BR melepas saya dan waktu itu oknum BR bilang ke saya ayo kita lakukan udah 1 tahun air mani ini tidak keluar. Dari kejadian itu, saya sampai sekarang sangat trauma,” ungkap NS.
Sementara itu tunangan NS yang berinisial SR tidak terima atas perilaku BR terhadap calon istrinya.
“Seharusnya seorang ketua tidak bersikap seperti itu. Apalagi secara pribadi selain jadi ketua, saya sudah menganggap BR seperti keluarga. Saya tidak menyangka BR mempunyai perilaku yang bejat seperti itu. Saya berharap BR dihukum dengan seadil-adilnya,” tegas SR.
Dari adanya dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Ketua Organisasi, awak media akan terus konfirmasi ke pihak aparat penegak hukum supaya ditindak lanjuti dan jangan sampai ada korban lagi.
Awak media sudah mencoba konfirmasi ke oknum Ketua Organisasi BR yang diduga melakukan tindakan pelecehan melalui WhatsApp, namun sampai berita ini diterbitkan belum direspon sama sekali. (Citra)










