Majalahglobal.com, Mojokerto – Pendiri Ponpes Amanatul Ummah Prof. Dr. K.H Asep Saifuddin Chalim. M.Ag dan Wakil Bupati Mojokerto Dr. Muhammad Al Barra Lc. M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra mengadakan Halal Bihalal Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Se Kabupaten Mojokerto, Selasa (24/5/2022) di Masjid Kampus Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Desa Bendunganjati Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

Kiai Asep mengatakan, di tahun 2024 nanti, harus ada Pemimpin Mojokerto yang bisa mensejahterakan Guru RA. Pemimpin Mojokerto harus faham bagaimana mensejahterakan rakyatnya. Tidak boleh ada orang miskin di Mojokerto.
“Soal kesejahteraan, sebenarnya kita bisa memanejemen sendiri. Ada orang yang penghasilannya satu bulan ratusan juta tapi tetap merasa kurang, tapi ada orang yang penghasilannya satu bulan satu juta namun dia bisa bahagia dan sejahtera karena bisa menghadapi segala persoalan,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya berharap agar Guru RA bisa menjadi pemilik perusahaan dalam beberapa tahun lagi. Ada caranya dan ada amalannya untuk bisa mencapai hal itu.
“Saya dulu berprofesi sebagai kuli batu. Sejak dulu saya bangun satu jam sebelum subuh untuk salat malam dan salat witir. Di waktu itu doa kita dikabulkan Allah. Firman Allah dalam hadist, siapa yang minta ampunan maka akan diampuni dan siapa yang meminta akan dikabulkan. Jadi di setiap malam saya selalu berdoa agar diberikan kesehatan dan rezeki yang penuh barokah, halal dan luas yang tidak sulit-sulit mendapatkannya dari berbagai sumber. Kemudian saya salat sebelum subuh dan salat subuh berjamaah serta tidak tidur sampai matahari terbit. Silahkan diamalkan agar kesejahteraan benar-benar kita dapatkan” pesannya.
Sementara itu, Gus Barra mengatakan, mengajar anak kecil itu susahnya bukan main. Rasul dan Guru itu mempunyai kedudukan yang hampir sama. Yakni sama-sama memberi ilmu. Bedanya Rasul diberikan wahyu, sedangkan Guru diberikan gaji.
“Saya sangat mengapreasiasi Guru RA di Mojokerto. Semoga dengan acara ini, semakin mempererat tali silaturahmi kita semua. Halal Bihalal itu adalah budaya yang hanya ada di Indonesia, tidak ada di negara lain. Hampir di semua Provinsi di Indonesia terbudaya Halal Bihalal. Semoga budaya Halal Bihalal bisa terus dibudayakan. Dengan kerendahan hati, saya mengucapkan Minal ‘Aidin wal-Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin,” ungkapnya. (Jay)










