KOTA BATU – majalahglobal.com : Pemkot Batu tidak mengetahui benih yang diberikan kepada petani berasal dari Korea Selatan (Korsel).
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan Pemkot tidak pernah menerima laporan apapun dari petani.
“Saya baru tahu sekarang. Kalau ada benih impor, seharusnya lapor ke Pemkot. Bisa saja benih itu malah jadi biagar bit penyakit,” kata Punjul kepada, Senin (17/7/2017).
Panjul meminta petani harus lebih teliti lagi dalam menerima benih. Karena benih harus melewati sejumlah proses uji coba terlebih dahulu.
Namun, dengan adanya Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pemkot Batu merasa dibantu untuk mengawasi dan memantau jika ada petani yang menanam benih berbeda.
“Gapoktan fungsinya untuk memantau bila ada petani yang menanam benih berbeda,” imbuh Punjul.
Itu juga berlaku untuk petani yang tidak bergabung di Gapoktan. Bila ada petani yang menerima benih gratis harus memepertanyakan benih asal usul benih tersebut. Ini untuk menghindari kerugian petani.
Pemkot Batu meminta instansi memperketat pengawasan kepada petani.
“Meskipun hanya menggarap sawah, petani harus peka. Kalau begini, petani yang rugi,” tegas Punjul. (Pamela)











