mahkota555

Panen 20.000 Ekor Lele, Lapas Gunung Sugih Perkuat Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Panen 20.000 Ekor Lele, Lapas Gunung Sugih Perkuat Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

GUNUNG SUGIH, majalahglobal.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunung Sugih melaksanakan panen hasil budidaya ikan lele sebanyak 20.000 ekor dengan total berat sekitar satu ton pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor perikanan yang produktif dan memiliki nilai ekonomi.

Panen tersebut menjadi salah satu bentuk pelaksanaan pembinaan keterampilan bagi warga binaan, khususnya dalam bidang budidaya perikanan. Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk mempelajari proses pengelolaan usaha perikanan, mulai dari pemeliharaan ikan, pemberian pakan, perawatan kolam, hingga proses panen.

Kepala Lapas Kelas IIB Gunung Sugih, Sastra Irawan, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada kegiatan produktif selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga diarahkan untuk memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Panen lele ini bukan sekadar capaian produksi, melainkan bagian dari proses pembinaan untuk membangun keterampilan, kedisiplinan, ketekunan, dan rasa tanggung jawab warga binaan. Kami ingin memastikan bahwa pembinaan di dalam lapas memberikan manfaat nyata dan menjadi bekal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Sastra Irawan.

Menurutnya, pengembangan budidaya perikanan merupakan salah satu upaya menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada keterampilan praktis dan peluang ekonomi. Dengan terlibat dalam proses budidaya, warga binaan diharapkan mampu memahami dasar-dasar pengelolaan usaha perikanan yang berpotensi dikembangkan secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Selain menjadi sarana pembelajaran, hasil panen tersebut menunjukkan potensi kegiatan budidaya ikan lele sebagai aktivitas produktif yang dapat mendukung pemanfaatan sumber daya secara optimal. Pengembangan kegiatan serupa diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program pembinaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap upaya mendukung ketahanan pangan.

Lapas Kelas IIB Gunung Sugih terus mendorong pelaksanaan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan kesiapan warga binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.

Melalui pembinaan kemandirian di bidang perikanan, warga binaan diharapkan memiliki pengetahuan, pengalaman, dan semangat untuk berkarya sehingga mampu membangun kehidupan yang produktif serta membuka peluang usaha secara mandiri setelah bebas nanti.
Oleh: Andi Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *