Lapas Metro Bekali 30 Warga Binaan Keterampilan Budidaya Lele dan Barista, Kalapas Tetra Destorie Dorong Jadi Wirausaha
METRO, majalahglobal.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan keterampilan yang berorientasi pada peluang usaha. Sebanyak 30 warga binaan mengikuti pelatihan budidaya ikan lele serta Manual Brewing Coffee and Latte Art yang resmi dibuka Kepala Lapas Kelas IIA Metro, Tetra Destorie, Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut diselenggarakan melalui kerja sama Lapas Kelas IIA Metro dengan Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Lampung. Sebanyak 15 warga binaan mengikuti pelatihan budidaya lele, sementara 15 peserta lainnya mengikuti pelatihan teknik penyeduhan kopi manual dan seni latte.
Pembukaan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Metro membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk membangun usaha produktif dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Kalapas Kelas IIA Metro, Tetra Destorie, menegaskan bahwa pemilihan bidang budidaya lele dan keterampilan barista didasarkan pada potensi pasar serta peluang usaha yang dinilai berkelanjutan.
Menurutnya, kopi dan ikan lele merupakan komoditas yang memiliki pasar luas sehingga keterampilan di kedua bidang tersebut diharapkan dapat menjadi bekal nyata bagi warga binaan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
“Setiap orang suka kopi, bahkan orang yang sakit pun terkadang disuruh minum kopi. Lalu lele, setiap beberapa meter ada penjual lele. Jadi, keberlanjutanlah yang kami harapkan,” ujar Tetra.
Ia menekankan bahwa pelatihan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta. Warga binaan diharapkan mengikuti setiap tahapan pembelajaran dengan serius, aktif bertanya, dan memastikan keterampilan yang diberikan benar-benar dikuasai.
“Tolong yang sudah dipilih, ikuti kegiatan ini dengan betul-betul. Perhatikan, belajar yang sungguh-sungguh, dan bertanya jika belum paham. Pastikan selama lima hari pelatihan ini kalian bisa menguasai semuanya, sehingga nanti bisa menjadi entrepreneur atau pengusaha lele dan kopi,” tegasnya.
Tetra berharap pelatihan vokasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan kali ini, melainkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan bidang keterampilan yang semakin beragam.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Lampung atas dukungan dan kontribusinya dalam memberikan kesempatan belajar bagi warga binaan.
“Mudah-mudahan pelatihan ini bukan yang terakhir. Mudah-mudahan terus berlanjut,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Lampung, Aris Harmoko, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia berharap kolaborasi dengan Lapas Metro dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak warga binaan memperoleh akses terhadap pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Menurut Aris, pihaknya memiliki beragam program pelatihan vokasi yang dapat dikembangkan, mulai dari pengelasan, menjahit, perbaikan pendingin ruangan atau AC, hingga keterampilan kelistrikan.
“Sekarang kita mulai dengan dua dulu, yaitu lele serta Manual Brewing Coffee and Latte Art. Di tempat kami ada bermacam-macam pelatihan, seperti las, menjahit, AC, listrik, dan sebagainya. Mudah-mudahan tahun depan pelatihannya bisa lebih banyak lagi di sini, agar teman-teman warga binaan bisa mendapatkan lebih banyak keterampilan,” ungkap Aris.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan penyematan tanda peserta kepada perwakilan warga binaan sebagai simbol dimulainya pelatihan. Setelah itu, peserta langsung mengikuti pembelajaran sesuai bidang masing-masing.
Pelatihan ini juga memiliki keterkaitan dengan pengembangan produk kopi PAS Coffee, yakni produk kopi hasil roasting warga binaan Lapas Metro yang telah dipasarkan ke sejumlah ritel di Kota Metro dan Lampung Tengah.
Melalui pelatihan budidaya lele dan keterampilan barista, Lapas Metro berupaya memperluas bekal kompetensi warga binaan agar tidak hanya memperoleh pengetahuan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan usaha produktif setelah kembali ke masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi warga binaan, membuka kesempatan berwirausaha, serta mendukung proses reintegrasi sosial agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
Oleh: Andi Raya
081272255678










