mahkota555

Perkuat Kemandirian Pangan, Lapas Way Kanan Gandeng Dinas Perikanan Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar

Perkuat Kemandirian Pangan, Lapas Way Kanan Gandeng Dinas Perikanan Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar

WAY KANAN, majalahglobal.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan bersinergi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Way Kanan menggelar pelatihan dan praktik lapangan budidaya ikan air tawar, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan Program SI-MANTAP (Strategi Kemandirian Pangan Melalui Integrasi Pertanian, Peternakan dan Perikanan) guna meningkatkan kompetensi petugas dan keterampilan warga binaan di bidang perikanan.

Pelatihan tersebut menjadi langkah konkret Lapas Way Kanan dalam memperkuat pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan. Tidak sekadar memanfaatkan lahan yang tersedia, program ini juga diarahkan untuk membekali warga binaan dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan sebagai modal produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik dasar budidaya ikan air tawar, mulai dari persiapan kolam, pemilihan dan penebaran benih, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, hingga pemeliharaan ikan dan pengendalian risiko selama proses budidaya.

Pembelajaran dilaksanakan melalui penyampaian materi dan praktik lapangan. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai tahapan budidaya ikan yang baik dan benar.

Kepala Lapas Kelas IIB Way Kanan, Riski Burhannudin, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Dinas Perikanan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Program SI-MANTAP, khususnya dalam membangun keterampilan yang aplikatif dan berkelanjutan bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa program kemandirian pangan di Lapas tidak hanya berjalan sebagai kegiatan rutin, tetapi benar-benar menjadi sarana peningkatan kompetensi dan keterampilan bagi petugas dan warga binaan. Dengan dukungan penyuluh dari Dinas Perikanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kami berharap pengelolaan budidaya ikan dapat dilakukan secara lebih tepat, produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Riski.

Menurutnya, pengembangan budidaya ikan air tawar memiliki peran strategis dalam mendukung pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan dapat mengenal proses produksi pangan sekaligus mengembangkan keterampilan yang berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan usaha setelah kembali ke tengah masyarakat.

Program SI-MANTAP sendiri mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai upaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Integrasi ketiga sektor tersebut diharapkan dapat mendukung produktivitas pangan sekaligus menciptakan kegiatan pembinaan yang terarah bagi warga binaan.

Sinergi antara Lapas Way Kanan dan Dinas Perikanan Kabupaten Way Kanan juga menjadi bentuk kolaborasi antarlembaga dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan dan praktik keterampilan di bidang perikanan.

Melalui pengembangan Program SI-MANTAP, Lapas Kelas IIB Way Kanan terus mendorong pembinaan yang berorientasi pada keterampilan, produktivitas, dan kesiapan warga binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat. Dengan demikian, pembinaan kemandirian diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah bebas.
Oleh: Andi Raya/081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *