mahkota555

Siaga Petang! Babinsa dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Jati 1,5 Hektare di Sumberjati Mojokerto

Mojokerto – Kebakaran melanda kawasan hutan jati milik Perhutani di Petak 2C/1, Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Minggu (11/10/2026) sore. Api yang membakar area seluas kurang lebih 1,5 hektare itu baru berhasil dipadamkan total setelah 2 jam berjibaku, tepatnya pukul 19.40 WIB.

 

 

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 17.30 WIB. Asap tebal terlihat membumbung dari tengah kawasan hutan jati yang kondisinya memang kering.

 

Tak butuh waktu lama, informasi itu langsung diteruskan Kepala Desa Sumberjati, Siti Silfia, kepada Babinsa Koramil 0815/15 Jatirejo. Hanya berselang lima menit, laporan itu ditindaklanjuti.

 

Babinsa bersama tiga personel Koramil 0815/15 langsung bergerak cepat menuju titik api untuk melakukan penanganan awal bersama kades dan perangkat desa.

 

Sekitar pukul 17.50 WIB, tim gabungan yang terdiri dari personel Koramil 0815/15 Jatirejo, petugas Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, dan anggota Polsek Jatirejo bahu-membahu melakukan pemadaman.

 

Dengan peralatan seadanya, petugas melakukan teknik penyekatan menggunakan daun kering dan ranting basah untuk memutus jalur api agar tidak merambat ke petak hutan lainnya yang lebih luas.

 

Danramil 0815/15 Jatirejo, Kapten Inf Sudirman, S.H., menjelaskan keterlibatan TNI bersama unsur terkait adalah bentuk respons cepat penanganan karhutla di wilayah binaan.

 

“Begitu menerima informasi adanya kebakaran, Babinsa segera menuju lokasi untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa dan petugas terkait. Kami bersama-sama melakukan upaya pemadaman dengan peralatan yang tersedia, sekaligus menyekat perambatan api agar tidak meluas ke area lainnya. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan pada pukul 19.40 WIB,” jelasnya, Minggu malam.

 

Kapten Sudirman juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim kemarau saat hutan dan lahan sangat mudah terbakar.

 

Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar sembarangan, serta segera melapor ke Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau pemerintah desa jika melihat titik api.

 

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun petugas yang terluka. Kerugian ditaksir hanya area hutan jati seluas 1,5 hektare yang terbakar. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

 

Sinergi cepat antara TNI, Polri, BPBD, Perhutani, Pemdes, dan masyarakat ini menjadi kunci keberhasilan pemadaman. Sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian bersama menjaga kelestarian hutan dari ancaman kebakaran. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *