Perkuat Keimanan dan Kebersamaan, Lapas Narkotika Langkat Gelar Dzikir dan Doa Tolak Bala
LANGKAT, majalahglobal.com — Dalam upaya memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan ketenangan batin, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat menggelar kegiatan dzikir dan doa tolak bala bersama petugas dan warga binaan beragama Islam di Masjid Al-Ikhlas, Senin (12/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 WIB tersebut berlangsung khidmat. Petugas dan warga binaan mengikuti rangkaian dzikir serta doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan dari Allah SWT, sekaligus berharap agar lingkungan lapas senantiasa terhindar dari musibah dan marabahaya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Staf Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) yang menyampaikan pentingnya pembinaan kerohanian sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian warga binaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lantunan dzikir dan doa yang dipimpin oleh perwakilan warga binaan.
Pembinaan Kerohanian sebagai Penguatan Karakter
Dalam sambutannya, Staf Bimkemaswat menekankan bahwa pembinaan kerohanian tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga merupakan bagian penting dalam membangun karakter, memperkuat pengendalian diri, dan menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Melalui kegiatan dzikir dan doa bersama ini, kami berharap seluruh warga binaan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, serta memperoleh ketenangan hati dalam menjalani masa pembinaan. Kami juga mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam bersikap, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Staf Bimkemaswat.
Menurutnya, pembinaan keagamaan perlu dilaksanakan secara berkesinambungan agar nilai-nilai spiritual dapat tumbuh menjadi landasan dalam membentuk pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Warga Binaan Jadikan Dzikir sebagai Momentum Introspeksi Diri
Antusiasme juga terlihat dari keikutsertaan warga binaan dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Bagi mereka, dzikir dan doa bersama menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, serta menumbuhkan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Perwakilan warga binaan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami bersyukur dapat mengikuti dzikir dan doa bersama ini. Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta belajar menjadi pribadi yang lebih sabar dan bertanggung jawab. Kami berharap dapat menjalani masa pembinaan dengan baik dan menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif,” ungkap perwakilan warga binaan.
Wujudkan Lingkungan Pembinaan yang Kondusif
Selain memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antara petugas dan warga binaan melalui suasana religius yang penuh kekhidmatan.
Nilai-nilai kebersamaan, ketenangan, dan saling menghormati yang tumbuh melalui kegiatan keagamaan diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat terus mendorong penguatan pembinaan kepribadian berbasis kerohanian sebagai salah satu upaya mendukung perubahan perilaku serta mempersiapkan warga binaan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.
Oleh: Andi Raya
081272255678










