mahkota555

Asesmen Warga Binaan, Kalapas Way Kanan Riski Burhannudin Siapkan SDM Terampil untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Asesmen Warga Binaan, Kalapas Way Kanan Riski Burhannudin Siapkan SDM Terampil untuk Perkuat Ketahanan Pangan

WAY KANAN, majalahglobal.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan melaksanakan asesmen terhadap warga binaan sebagai langkah awal dalam mempersiapkan program pelatihan keterampilan di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dr. Sahardjo Lapas Way Kanan, Jumat (25/9/2026), tersebut dilakukan untuk memetakan minat, bakat, pengalaman, serta potensi keterampilan warga binaan yang dapat dikembangkan melalui program pembinaan kemandirian.

Kepala Lapas Kelas IIB Way Kanan, Riski Burhannudin, mengatakan asesmen menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan pelatihan diberikan secara tepat sasaran dan sesuai dengan potensi masing-masing warga binaan.
“Asesmen ini kami lakukan untuk mengetahui minat, bakat, pengalaman, dan potensi yang dimiliki warga binaan. Hasilnya akan menjadi dasar bagi kami dalam menentukan jenis pelatihan maupun penempatan yang sesuai, sehingga pembinaan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujar Riski.

Menurutnya, program pembinaan tidak hanya diarahkan pada keterlibatan warga binaan dalam suatu kegiatan, tetapi juga harus mampu menghasilkan kompetensi yang aplikatif, produktif, dan memiliki manfaat jangka panjang.
Melalui pemetaan potensi tersebut, Lapas Way Kanan berupaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan pengalaman kerja sebagai bekal selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Yang kami bangun bukan sekadar aktivitas, tetapi kompetensi. Kami ingin warga binaan mendapatkan keterampilan yang dapat dipraktikkan, dikembangkan, bahkan menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah mereka selesai menjalani masa pidana,” jelasnya.

Riski menambahkan, pengembangan keterampilan di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan juga menjadi bagian dari upaya Lapas Way Kanan dalam memperkuat program ketahanan pangan.
Warga binaan akan dilibatkan secara aktif dalam proses produksi dengan memanfaatkan sumber daya manusia serta lahan yang tersedia di lingkungan Lapas.
“Kami ingin mengoptimalkan potensi yang ada, baik sumber daya manusia maupun lahan yang tersedia. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan pembinaan kemandirian dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung program ketahanan pangan di Lapas Way Kanan,” katanya.

Ia berharap pelatihan yang nantinya diberikan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menghasilkan warga binaan yang tidak hanya memiliki pengalaman bekerja, tetapi juga mempunyai kompetensi yang dapat dikembangkan secara mandiri.
“Harapannya, ketika kembali ke masyarakat, warga binaan tidak memulai dari nol. Mereka sudah memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang bisa dikembangkan untuk menjadi pribadi yang lebih produktif serta memiliki kemandirian,” pungkas Riski.

Asesmen tersebut menjadi tahapan awal sebelum pelaksanaan pelatihan keterampilan, sekaligus memperkuat arah pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIB Way Kanan agar semakin terarah, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan serta mendukung upaya ketahanan pangan.

“Pembinaan yang kami lakukan harus memiliki hasil yang nyata. Karena itu, kami tidak ingin warga binaan hanya mengikuti kegiatan, tetapi benar-benar mendapatkan kompetensi yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat. Melalui asesmen ini, kami memetakan potensi mereka agar pelatihan pertanian, perikanan, dan peternakan dapat diberikan secara tepat sasaran. Kami ingin membangun SDM warga binaan yang terampil, produktif, mandiri, sekaligus ikut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan di Lapas Way Kanan.”tandas Kalapas.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *