mahkota555

Diawasi Langsung Kalapas, Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung Perdalam Ilmu Hukum Bersama UBL

Diawasi Langsung Kalapas, Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung Perdalam Ilmu Hukum Bersama UBL

BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com – Pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Komitmen tersebut terus diwujudkan Lapas Kelas I Bandar Lampung melalui program pendidikan tinggi bagi warga binaan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Bandar Lampung (UBL).
Perkuliahan berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) di Perpustakaan Lapas Kelas I Bandar Lampung. Kegiatan tersebut diawasi langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, serta didampingi jajaran staf Bidang Pembinaan.

Dalam perkuliahan kali ini, warga binaan yang mengikuti program pendidikan mendapatkan materi Pengantar Ilmu Hukum dan Dasar-Dasar Hukum. Materi tersebut memberikan pemahaman awal mengenai konsep dan fungsi hukum, norma dalam kehidupan bermasyarakat, serta pentingnya menaati dan menghormati ketentuan hukum yang berlaku.

Sejak kegiatan dimulai, para warga binaan mengikuti proses pembelajaran dengan tertib dan antusias. Perpustakaan Lapas tidak hanya dimanfaatkan sebagai ruang membaca, tetapi juga menjadi sarana pendidikan dan pengembangan wawasan bagi warga binaan.
Program perkuliahan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan akses pendidikan formal selama warga binaan menjalani masa pidana. Melalui pendidikan, warga binaan didorong untuk tetap mengembangkan kapasitas intelektual, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan bekal pengetahuan untuk kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menegaskan bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas diri dan kesiapan warga binaan menghadapi kehidupan setelah bebas.
“Kami ingin memastikan bahwa masa pembinaan di Lapas benar-benar diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masa depan warga binaan. Pendidikan merupakan bagian penting dari proses tersebut. Melalui perkuliahan, warga binaan memiliki ruang untuk terus belajar, memperluas wawasan, membangun pola pikir yang lebih baik, serta meningkatkan kualitas dirinya,” ujar Ike Rahmawati.

Menurut Ike, kesempatan memperoleh pendidikan harus dimanfaatkan sebagai proses untuk membangun kesiapan warga binaan sebelum kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pendidikan tidak berhenti di ruang perkuliahan, tetapi dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, memahami tanggung jawabnya, serta mampu beradaptasi secara positif ketika nantinya kembali ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Bandar Lampung, Gatot Suariyoko, mengatakan materi Pengantar Ilmu Hukum dan Dasar-Dasar Hukum memiliki relevansi dengan proses pembinaan karena dapat membantu warga binaan memahami hubungan antara hukum, aturan, hak, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
“Materi ini penting karena memberikan pemahaman kepada warga binaan mengenai bagaimana hukum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kami berharap pendidikan yang mereka jalani tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran terhadap aturan, tanggung jawab, dan kehidupan yang tertib,” ungkap Gatot.

Kolaborasi antara Lapas Kelas I Bandar Lampung dan Universitas Bandar Lampung tersebut menjadi bagian dari sinergi dalam membuka akses pendidikan bagi warga binaan. Kerja sama ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan potensi warga binaan.
Bagi warga binaan, ruang pendidikan di dalam Lapas menjadi kesempatan untuk tetap bertumbuh dan mengembangkan diri di tengah masa pidana. Aktivitas perkuliahan juga menjadi bagian dari proses pembinaan yang mendorong mereka untuk memiliki perspektif baru mengenai kehidupan, tanggung jawab, dan masa depan.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas I Bandar Lampung terus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang humanis, edukatif, produktif, dan berorientasi pada perubahan.
Pendidikan di balik tembok Lapas pun diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan akademik, tetapi menjadi salah satu bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih bertanggung jawab ketika kembali ke tengah masyarakat.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *