100 Persen Jadi PNS, Kanwil Ditjenpas Lampung Ingatkan ASN Baru Jaga Amanah dan Integritas
BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com — Sebanyak 100 persen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan Tahun 2025 di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung resmi diambil sumpah/janji dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tahun 2026.
Prosesi pengambilan sumpah/janji berlangsung di Aula Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Lampung, Dr. Maulidi Hilal, A.Md., IP., S.H., M.Si., serta dihadiri para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Lampung, orang tua, dan keluarga para PNS yang dilantik.
Pengambilan sumpah/janji tersebut menjadi momentum penting bagi para CPNS Angkatan 2025 karena menandai perubahan status mereka menjadi PNS secara penuh sekaligus awal perjalanan pengabdian sebagai aparatur negara di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam arahannya, Maulidi Hilal menegaskan bahwa pengangkatan sebagai PNS bukan sekadar perubahan status kepegawaian, melainkan amanah besar yang harus dijaga melalui integritas, disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Hari ini merupakan sejarah pertama dalam perjalanan hidup Saudara sebagai ASN. Status sebagai PNS 100 persen bukan hanya sebuah predikat, tetapi amanah yang harus dijaga dan dipelihara dengan penuh tanggung jawab,” tegas Maulidi Hilal.
Ia juga mengingatkan para ASN yang baru saja dilantik agar tidak melupakan perjuangan panjang yang telah mereka lalui hingga akhirnya mengenakan seragam sebagai seorang PNS.
Menurutnya, seragam yang dikenakan pada momentum tersebut merupakan simbol tanggung jawab dan hasil dari perjuangan yang tidak mudah.
“Baju uniform yang Saudara kenakan hari ini adalah baju yang tahun lalu Saudara idam-idamkan dan perjuangkan. Jangan pernah lupa dengan perjuangan itu. Jadikan seragam ini sebagai pengingat bahwa ada tanggung jawab besar yang melekat di dalamnya,” ujarnya.
Maulidi juga memberikan perhatian khusus terhadap tantangan yang dihadapi petugas Pemasyarakatan. Ia meminta para ASN baru memiliki daya tahan, integritas, dan keberanian untuk menolak berbagai bentuk pelanggaran, termasuk penyalahgunaan narkoba serta upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas dan Rutan.
Ia menekankan bahwa integritas merupakan modal utama dalam menjalankan tugas Pemasyarakatan yang memiliki tingkat risiko dan tantangan tinggi.
“Saya ingatkan, jangan sampai air mata bahagia orang tua pada hari ini berubah menjadi air mata kesedihan karena anaknya melakukan pelanggaran. Jangan sampai perjuangan Saudara dan kebahagiaan keluarga harus dibayar dengan tindakan yang merusak nama baik diri sendiri, keluarga, dan institusi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa setelah pengambilan sumpah/janji, para PNS baru akan mendapatkan peningkatan kapasitas dan pembekalan agar lebih siap menghadapi tugas di lapangan.
Pembekalan tersebut dinilai penting mengingat tugas Pemasyarakatan bukanlah pekerjaan yang mudah. Para petugas dituntut mampu bekerja secara profesional, menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memberikan pelayanan sesuai ketentuan.
Maulidi berharap para ASN baru mampu membangun kekompakan dan bekerja dengan hati serta kesungguhan dalam melaksanakan setiap amanah.
“Tugas yang Saudara emban tidak gampang. Tetapi apabila semuanya dilakukan dengan hati, sepenuh hati, penuh kesungguhan, dan didukung kekompakan, insyaallah semua tantangan dapat kita hadapi bersama,” pungkasnya.
Pengambilan sumpah/janji PNS tersebut sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen para ASN baru dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, menjaga marwah institusi, serta menjalankan tugas berdasarkan integritas dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan status baru sebagai PNS, para peserta diharapkan tidak hanya mampu memenuhi tuntutan profesionalitas, tetapi juga menjadi bagian dari insan Pemasyarakatan yang berintegritas, berorientasi pada pelayanan, serta mampu menjaga kepercayaan negara dan masyarakat.
Oleh: Andi Raya
081272255678










