mahkota555

Hari Libur Bukan Halangan, Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung Tetap Produktif Hasilkan Produk Siap Pasar

Hari Libur Bukan Halangan, Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung Tetap Produktif Hasilkan Produk Siap Pasar

Bandar Lampung, majalahglobal.com — Hari libur tidak menjadi penghalang bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Bandar Lampung untuk terus berkarya dan meningkatkan keterampilan. Pada Minggu (13/9/2026), aktivitas pembinaan kemandirian tetap menunjukkan produktivitas melalui berbagai kegiatan kerja yang menghasilkan sejumlah produk bernilai ekonomis dan siap dipasarkan.

Beragam produk dihasilkan melalui program pembinaan kemandirian, di antaranya sabun cuci, tempe, aneka roti, produk jahitan, serta berbagai hasil kerajinan lainnya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang dapat menjadi modal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Aktivitas produktif tersebut dilaksanakan dengan penuh ketekunan oleh para warga binaan. Selain mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, proses produksi juga menjadi sarana untuk membangun disiplin, kreativitas, tanggung jawab, serta jiwa kemandirian.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Bandar Lampung, Deddy Purwaka, mengapresiasi semangat warga binaan yang tetap menunjukkan produktivitas meskipun memasuki hari libur.
“Hari libur bukan menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Justru melalui kegiatan kerja yang produktif, warga binaan dapat terus mengasah keterampilan, kedisiplinan, kreativitas, dan rasa tanggung jawab. Hari ini kami melihat berbagai produk seperti sabun cuci, tempe, roti, hasil jahitan, dan kerajinan lainnya terus diproduksi dengan baik dan telah siap untuk dipasarkan,” ujar Deddy.

Menurutnya, pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghasilkan sebuah produk, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter kerja dan kesiapan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Target utama dari pembinaan kegiatan kerja adalah bagaimana warga binaan memiliki keterampilan yang benar-benar dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong mereka untuk menghasilkan produk yang memiliki kualitas, nilai ekonomis, dan daya saing. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif,” jelasnya.

Deddy menambahkan, produk hasil karya warga binaan yang telah memenuhi standar produksi memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipasarkan secara lebih luas. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata dari program pembinaan pemasyarakatan kepada masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa di balik tembok pemasyarakatan ada proses pembinaan yang terus berjalan. Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga diberikan kesempatan untuk belajar, bekerja, berkarya, dan mempersiapkan diri agar ketika kembali ke masyarakat mereka memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan,” tegas Deddy.

Berbagai kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan kerja yang produktif dan berkelanjutan.
Dengan dukungan pembinaan yang konsisten, karya warga binaan diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi mampu berkembang menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi bekal menuju kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *