MOJOKERTO – Menjelang pengisian Badan Permusyawaratan Desa atau BPD serentak periode 2027-2035, Pemkab Mojokerto menggeber pembinaan kapasitas. Sebanyak 616 peserta dari 18 kecamatan dikumpulkan di Hotel Vanda Gardenia, Trawas, selama 2 hari, 8-9 September 2026.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa atau Gus Barra membuka langsung kegiatan angkatan pertama pada Selasa pagi. Ia menekankan satu hal: BPD ke depan harus jadi mitra kepala desa yang kuat, bukan sekadar pelengkap.
“BPD itu representasi warga. Tugasnya menyalurkan aspirasi, mengawasi, dan bermusyawarah. Saya harap yang terpilih nanti punya integritas, paham kondisi desanya, dan mau terus belajar,” ujar Gus Barra.
*616 Peserta, 2 Angkatan, 18 Kecamatan*
Pembinaan dibagi 2 gelombang. Angkatan I diikuti perwakilan dari Jatirejo, Gondang, Pacet, Trawas, Mojosari, Dlanggu, Mojoanyar, Ngoro, dan Pungging.
Angkatan II digelar Rabu, 9 September, untuk Trowulan, Sooko, Puri, Bangsal, Kutorejo, Kemlagi, Jetis, Dawarblandong, dan Gedeg. Masing-masing angkatan sekitar 307 orang.
Gus Barra menyebut posisi BPD sangat strategis. Mereka jadi jembatan antara warga dan pemerintah desa dalam urusan pembangunan dan pelayanan.
“BPD harus bisa jadi mitra yang kritis, konstruktif, dan solutif. Bukan yang hanya mengiyakan. Dengan begitu roda pemerintahan desa bisa jalan lebih baik,” jelasnya.
*Tolak Politik Praktis, Jaga Keterwakilan Perempuan*
Bupati meminta proses pengisian BPD berlangsung demokratis, sesuai aturan, dan jauh dari kepentingan kelompok. Baik lewat pemilihan langsung maupun musyawarah.
Ia juga menekankan 3 poin penting ke panitia: jaga netralitas, pastikan keterwakilan wilayah dan perempuan, serta tertib administrasi. Semua dokumen harus lengkap dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Jangan sampai ada intervensi politik praktis. Prosesnya harus adil dan transparan dari awal sampai penetapan,” tegasnya.
Soal hubungan BPD dan Kades, Gus Barra menyebut perbedaan pendapat itu wajar. Kuncinya ada di komunikasi dan musyawarah dengan menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya.
Ia juga meminta para camat aktif melakukan pendampingan di wilayahnya masing-masing.
Di akhir sambutan, Gus Barra menyampaikan kabar baik. Kabupaten Mojokerto ditunjuk jadi tuan rumah peringatan Hari Desa Nasional. Ia berharap para kepala desa memanfaatkan momentum itu untuk menunjukkan kemajuan desanya.
“Semoga dari pembinaan ini lahir BPD yang amanah dan mampu memperjuangkan aspirasi warga,” pungkasnya.
Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto Sugeng Nuryadi menambahkan, pembinaan ini bertujuan menyamakan pemahaman tentang tahapan dan mekanisme pengisian BPD.
“Kami ingin seluruh panitia, pemdes, dan unsur masyarakat punya kesiapan yang sama. Biar prosesnya tertib dan sesuai aturan,” kata Sugeng.
Kegiatan turut dihadiri para camat, kepala desa, dan ketua panitia pengisian BPD dari masing-masing desa. (Jay)










