mahkota555

Deteksi Dini Terpadu dan Sapa Warga Binaan, Kalapas Bandar Lampung Tegaskan Komitmen Bersih dari HP, Pungli, dan Narkoba

Deteksi Dini Terpadu dan Sapa Warga Binaan, Kalapas Bandar Lampung Tegaskan Komitmen Bersih dari HP, Pungli, dan Narkoba

BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com — Bukan sekadar rutinitas pengamanan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, turun langsung memimpin pelaksanaan deteksi dini terpadu di blok hunian warga binaan, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah konsisten Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan dalam lingkungan yang aman, tertib, bersih, dan berintegritas.

Dalam pelaksanaannya, Ike Rahmawati memimpin jajaran Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Bidang Keamanan dan Tata Tertib, Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal, serta Bidang Pembinaan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kamar hunian dan area di sekitarnya.

Tim gabungan menyisir blok hunian dan melakukan penggeledahan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun keberadaan barang-barang terlarang yang dapat mengganggu stabilitas dan ketertiban di dalam Lapas.

Tak hanya melakukan pengawasan keamanan, Ike Rahmawati juga menyempatkan diri menyapa dan berinteraksi langsung dengan warga binaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembinaan serta pemenuhan hak warga binaan berjalan sebagaimana mestinya, secara adil, transparan, dan tanpa pungutan biaya.

Menurut Ike Rahmawati, pengawasan dan pendekatan langsung kepada warga binaan merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Keamanan harus dijaga secara konsisten, sementara pelayanan dan pembinaan tetap diberikan dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan serta integritas.
“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bagian dari upaya memastikan konsistensi Lapas dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari telepon genggam, pungutan liar, dan narkoba. Di saat yang sama, kami juga memastikan seluruh hak warga binaan dalam pelayanan, pembinaan, dan perawatan terpenuhi dengan baik serta tanpa biaya,” tegas Ike Rahmawati.

Ia menambahkan, deteksi dini harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya bersifat insidental. Menurutnya, stabilitas keamanan di dalam Lapas membutuhkan pengawasan yang konsisten, keterlibatan seluruh jajaran, serta komunikasi yang baik dengan warga binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa keamanan dan pelayanan berjalan beriringan. Petugas harus tegas terhadap segala bentuk pelanggaran, tetapi tetap humanis dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada warga binaan,” ujar Ike.

Kegiatan deteksi dini terpadu dan sapa warga binaan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen Lapas Kelas I Bandar Lampung untuk memperkuat pengawasan internal, mencegah masuk dan beredarnya barang terlarang, serta menciptakan tata kelola pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.

Melalui langkah tersebut, Lapas Kelas I Bandar Lampung terus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih dari narkoba dan telepon genggam, bebas pungutan liar, serta berorientasi pada pelayanan dan keberhasilan proses pembinaan warga binaan.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *