Kakanwil Ditjenpas Lampung Tegaskan Jabatan Adalah Amanah, Perangi Narkoba dan Ponsel di Lapas
BANDARLAMPUNG, majalahglobal.com — Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung, Dr. M. Hilal, S.H., M.Si., menegaskan bahwa jabatan di lingkungan pemasyarakatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan komitmen terhadap pelayanan publik.
Penegasan tersebut disampaikan Maulidi Hilal saat melantik puluhan pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kanwil Ditjenpas Lampung, Selasa (18/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus penegasan komitmen jajaran pemasyarakatan untuk meningkatkan profesionalisme, memperkuat keamanan dan ketertiban, serta mengoptimalkan pembinaan warga binaan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Lampung.
Dari puluhan pejabat yang dilantik, empat di antaranya mendapat amanah baru untuk memimpin satuan kerja pemasyarakatan di wilayah Lampung. Mereka yakni Jul Herry Siburian, A.Md.IP., S.H., M.M. sebagai Kepala Rutan Kelas IIB Kotabumi; Prayudha Rachmadany, S.H., M.H. sebagai Kepala Bapas Kelas II Metro; Badarudin, A.Md.IP., S.H., M.H. sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda; serta Dr. Tetra Destorie Imantoro, A.Md.IP., S.Sos., M.H. sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Metro.
Sejumlah pejabat lainnya juga mendapat tugas baru, antara lain Muhammad Iqbal sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Khusus Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, sebelumnya menjabat KPLP Kelas IIA Cilegon.
Kemudian Sunaryo sebagai Kepala Seksi Giatja Lapas Kelas IIA Kalianda, sebelumnya Kasubbag Tata Usaha Lapas Kelas IIB Kota Agung; Sri Rahayu sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Kelas IIB Kotaagung, sebelumnya Kasubbag Keuangan Lapas Kelas I Cipinang; Habibie Agusman sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas IIB Gunung Sugih, sebelumnya Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas IIB Indramayu; serta Muhammad Lutfi A Kodir sebagai Kasubsi Registrasi Lapas Kelas IIA Metro, sebelumnya pelaksana pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Jabatan Adalah Amanah
Dalam arahannya, Maulidi Hilal menekankan bahwa pergantian dan pengangkatan pejabat bukan sekadar rutinitas organisasi maupun penyegaran birokrasi. Menurutnya, setiap jabatan merupakan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja dan pengabdian.
“Jabatan itu adalah amanah. Ketika kita menyadari bahwa itu semua adalah amanah, maka pasti kita akan melakukannya dengan sebaik-baiknya. Tidak akan sembarangan, tidak akan neko-neko,” tegas Maulidi.
Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menjadi teladan bagi jajaran di bawahnya serta memastikan setiap kebijakan dan pelaksanaan tugas berorientasi pada integritas, profesionalisme dan kepentingan organisasi.
Perangi Narkoba dan Ponsel dari Dalam Lapas
Khusus kepada para kepala satuan kerja yang baru menerima amanah, Maulidi memberikan penekanan terhadap penguatan keamanan dan ketertiban di masing-masing lapas dan rutan.
Ia meminta pemeriksaan kamar hunian warga binaan dilakukan secara rutin dan konsisten. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah masuk dan beredarnya barang terlarang, khususnya narkoba dan telepon seluler.
“Lakukan pemeriksaan kamar hunian setiap hari. Untuk apa? Membersihkan narkoba, membersihkan handphone dari akar-akarnya,” ujarnya.
Menurut Maulidi, pemberantasan narkoba dan ponsel ilegal tidak boleh hanya dilakukan secara insidental. Pengawasan harus menjadi budaya kerja yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh jajaran.
Ia juga memberikan peringatan keras kepada petugas yang mencoba menyalahgunakan kewenangan dengan menjadi pemasok narkoba maupun telepon seluler ke dalam lapas dan rutan.
“Kalau saja ada ketahuan petugas pemasyarakatan yang menyuplai handphone, apalagi narkoba, selesai. Tidak ada kata reserve,” tegasnya.
Maulidi memastikan setiap petugas yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku dan dapat diusulkan untuk mendapatkan hukuman berat.
Petugas Pemasyarakatan Harus Kuat Mental dan Fisik
Selain persoalan keamanan, Maulidi mengingatkan bahwa tugas pemasyarakatan memiliki karakteristik khusus karena petugas berhadapan langsung dengan warga binaan yang memiliki latar belakang dan karakter beragam.
Karena itu, menurutnya, petugas pemasyarakatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan administratif, tetapi juga harus mempunyai ketangguhan fisik, mental dan kemampuan menghadapi berbagai situasi di lapangan.
“Petugas pemasyarakatan ini berbeda dengan ASN yang lainnya. Dia membutuhkan ketangguhan fisik yang prima karena harus berhadapan dengan sesama manusia dengan berbagai karakter dan latar belakangnya. Dia tidak bisa punya fisik yang lemah, punya mental yang lemah. Dia harus kuat mental dan fisiknya,” katanya.
Ia meminta para pimpinan satuan kerja memastikan pembinaan dan penguatan kapasitas petugas berjalan secara berkelanjutan, sehingga jajaran mampu menjalankan tugas dengan profesional sekaligus tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan
Di sisi lain, Kanwil Ditjenpas Lampung juga terus mendorong penguatan program pembinaan kepribadian bagi warga binaan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kerja sama dengan Dewan Da’wah Islamiyah untuk menghadirkan kegiatan pembinaan keagamaan di seluruh lapas di wilayah Lampung.
“Kita juga sudah melakukan MOU dengan Dewan Da’wah Islamiyah, dan itu akan mengisi di semua lapas di Lampung,” ungkap Maulidi.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan mental dan kepribadian warga binaan sekaligus memberikan bekal moral dan spiritual sebagai bagian dari proses perubahan perilaku serta persiapan reintegrasi sosial.
Melalui pelantikan dan penguatan kepemimpinan tersebut, Kanwil Ditjenpas Lampung menegaskan komitmennya membangun tata kelola pemasyarakatan yang profesional, berintegritas dan responsif terhadap tantangan keamanan.
Pesan Kakanwil Ditjenpas Lampung pun jelas: jabatan adalah amanah, keamanan adalah tanggung jawab, sementara pembinaan merupakan bagian penting dari tugas pemasyarakatan. Karena itu, perang terhadap narkoba dan ponsel ilegal harus dilakukan secara tegas, konsisten dan tanpa kompromi.
Oleh: Andi Raya
081272255678








