mahkota555

Lawan Senioritas, Kota Mojokerto Siapkan Sistem Digital untuk Pilih Pejabat Terbaik dari 3.663 ASN

JAKARTA – Pemerintah Kota Mojokerto terus mematangkan implementasi manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Kesiapan itu diekspos di hadapan tim Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI di Kantor BKN Jakarta Timur, Selasa 21 Juli 2026.

 

 

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita hadir langsung bersama Tim Komite Talenta ASN dan Tim Sekretariat Komite Talenta ASN. Dalam forum itu Pemkot memaparkan tahapan implementasi sekaligus melakukan simulasi sistem rekomendasi pengisian jabatan secara digital.

 

Sistem ini dirancang untuk merekomendasikan kandidat terbaik secara otomatis saat terjadi kekosongan jabatan. Penilaiannya berbasis kompetensi, potensi, kinerja, dan rekam jejak ASN.

 

*Bangun Birokrasi Berkelas*

Ning Ita menegaskan manajemen talenta adalah langkah strategis untuk membangun birokrasi profesional dan menyiapkan regenerasi kepemimpinan.

 

“Pelayanan publik yang berkualitas hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh ASN yang kompeten, profesional, dan ditempatkan sesuai kapasitasnya. Karena itu, kami menyiapkan sistem yang mampu mengidentifikasi sekaligus mengembangkan talenta-talenta terbaik yang dimiliki Kota Mojokerto,” terangnya.

 

Menurutnya, pengembangan ASN tidak lagi hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jabatan. Prosesnya harus terencana melalui pemetaan potensi setiap pegawai.

 

“Manajemen talenta bukan sekadar proses administrasi kepegawaian. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi, integritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah,” imbuhnya.

 

*Transparan dan Akuntabel*

Ning Ita menyebut sistem ini akan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap ASN untuk berkembang sesuai kompetensi dan prestasi.

 

“Sistem ini akan menciptakan pola pengembangan karier yang lebih objektif, transparan, dan akuntabel. Jabatan nantinya diisi oleh ASN yang memang memiliki kompetensi terbaik, bukan semata-mata berdasarkan senioritas,” tegasnya.

 

Dalam paparannya, Pemkot Mojokerto menyampaikan saat ini masih terdapat 21 jabatan yang kosong. Rinciannya terdiri dari 3 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, 7 jabatan administrator, dan 11 jabatan pengawas.

 

“Melalui simulasi hari ini, kami ingin memastikan sistem yang dibangun benar-benar mampu memberikan rekomendasi kandidat secara otomatis ketika terdapat jabatan yang lowong. Dengan begitu, proses pengisian jabatan menjadi lebih cepat, terukur, dan berbasis data,” jelas Ning Ita.

 

Saat ini Pemerintah Kota Mojokerto memiliki 3.663 ASN yang didominasi usia produktif. Kondisi ini menjadi modal penting untuk menyiapkan kader pemimpin melalui manajemen talenta.

 

Pemkot berharap sistem yang dibangun dapat berjalan optimal sesuai ketentuan BKN. Tujuannya agar terbentuk birokrasi yang adaptif, profesional, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *