mahkota555

Viral Video KDKMP Selotapak, Kades & Dandim Buka Kartu: Ini Rencana Besar di Baliknya

Viral Video KDKMP Selotapak, Kades & Dandim Buka Kartu: Ini Rencana Besar di Baliknya
Foto bersama

Majalahglobal.com, Mojokerto – Video 30 detik di medsos bikin heboh.

 

Isinya: bangunan Koperasi Merah Putih Desa Selotapak berdiri di tengah sawah. Netizen langsung komentar. “Mubazir”, “nggak lazim”, “buang anggaran”.

 

Tapi setelah ditelusuri, cerita aslinya beda. Ada musyawarah warga. Ada peta wisata. Ada rencana ekonomi desa 10 tahun ke depan.

 

KDKMP Selotapak ternyata bukan dibangun asal. Ia disiapkan jadi pusat baru ekonomi Trawas.

 

Viral Dulu, Klarifikasi Kemudian

Kepala Desa Selotapak *Agus Sugiono* akhirnya buka suara. Sabtu siang ia temui awak media langsung di lokasi koperasi.

 

Penjelasannya lugas: lokasi itu hasil Musyawarah Desa. Bukan keputusan sepihak kepala desa.

 

“Pendirian Koperasi Merah Putih sudah melalui musyawarah bersama masyarakat. Lokasi dipilih karena potensinya bagus untuk pengembangan desa,” kata Agus, Sabtu (20/6/2026).

 

Ia nunjuk ke belakang bangunan. Ada lahan kosong sekitar 2 hektare.

 

Lahan itu sudah disiapkan. Rencananya jadi kawasan wisata desa.

 

200 Meter dari Rumah Warga

Yang disebut “tengah sawah” ternyata nggak jauh dari permukiman.

 

Jarak KDKMP ke rumah warga cuma 200 meter. Jalan kaki 3 menit sampai.

 

Artinya akses tetap mudah. Tapi ruang untuk berkembang masih luas.

 

Secara legal juga aman. Bangunan berdiri di Tanah Kas Desa. Penggunaannya sudah disetujui Musdes.

 

Jadi dari sisi aturan, semua clear. Nggak ada yang dilanggar.

 

Ternyata Tetangga “Sultan” Trawas

Ini poin penting yang nggak kelihatan di video viral.

 

Sekitar KDKMP itu bukan sawah kosong. Tapi lingkar wisata yang sudah hidup duluan.

 

Ada Sumber Towo. Ada Grand Valley. Ada Garden Heart Cafe, Rustic Cafe, Port Sawah. Ada juga spot Sunrise yang hits.

 

Setiap weekend kawasan itu rame. Wisatawan dari luar Mojokerto datang.

 

Warung hidup. Homestay penuh. UMKM lokal jualan.

 

Nah, KDKMP hadir di tengah keramaian itu. Posisinya strategis.

 

Fungsinya Nggak Cuma Jualan Sembako

Kades Agus menegaskan, KDKMP nggak akan jadi warung biasa.

 

Ada 4 fungsi besar yang disiapkan:

 

*1. Pusat belanja warga*

Kebutuhan pokok tetap jadi prioritas. Harga dijaga biar nggak mahal.

 

*2. Motor ketahanan pangan*

Lahan 2 hektare di belakang akan digarap. Fokusnya padi dan ubi jalar. Warga diedukasi cara tanam yang baik. Hasilnya dipasarkan lewat koperasi. Rantai pendek, untung lebih banyak ke petani.

 

*3. Etalase UMKM*

Produk warga: makanan, kerajinan, oleh-oleh, bisa dipajang di sini. Pembelinya langsung wisatawan. Pasar sudah ada, tinggal disambungkan.

 

*4. Ruang belajar*

Koperasi bisa jadi tempat pelatihan. Dari cara bertani, ngolah hasil panen, sampai manajemen usaha kecil.

 

Jadi koperasi ini nyambungin 3 sektor: dagang, tani, wisata.

 

Dandim: Jangan Lihat Video Potongan

Dandim 0815/Mojokerto *Letkol Inf Abi Swanjoyo* juga turun cek lokasi.

 

Kesimpulannya sama: lokasi strategis dan sudah sesuai prosedur.

 

“Penentuan lokasi KDKMP tidak sembarangan. Dibangun di lahan desa yang sah, lewat musyawarah warga,” tegasnya.

 

Ia minta masyarakat nggak gampang percaya video potongan.

 

“Jangan lihat kondisi saat ini. Lihat rencana ke depan. Koperasi ini diproyeksikan jadi pusat aktivitas ekonomi, pemasaran produk lokal, penguatan UMKM, sampai dukung ketahanan pangan,” jelasnya. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *