mahkota555

Kemanunggalan TNI-Rakyat Hidup di Kedunggempol: Progres Jembatan Garuda Tahap V Terus Dikebut

MOJOSARI, Kamis, 18 Juni 2026, Terik matahari Mojosari nggak bikin semangat padam. Di Dusun Kedungkudi, Desa Kedunggempol, *personel TNI, tenaga teknis, dan warga* bahu-membahu. Palu beradu, besi dirakit, bekisting dipasang.

 

 

Itu potret pembangunan *Jembatan Perintis Garuda/Jembatan Beton Garuda Tahap V* hari ini. Progres konstruksi terus merangkak naik berkat gotong royong yang jadi napas utama proyek ini.

 

Semangat kebersamaan itu yang paling kentara. TNI nggak cuma ngawasi. Mereka ikut angkat besi, ukur pondasi, keringat campur debu. Warga pun nggak canggung. Sinergi ini cermin kemanunggalan TNI-Rakyat yang nyata, bukan sekadar slogan.

 

*Jembatan Penghubung, Pemutus Isolasi*

*Pasiter Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Budiyono* bilang, jembatan ini punya nilai strategis tinggi.

 

“Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan Dusun Kedungkudi, Desa Kedunggempol dengan kawasan di seberang sungai yang jadi jalur aktivitas warga. Kehadirannya diharapkan memperlancar akses transportasi, memperpendek waktu tempuh, serta dukung kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat di dua wilayah,” jelasnya.

 

Selama ini sungai jadi “tembok”. Anak sekolah muter jauh, petani susah angkut hasil, warga sakit susah ke puskesmas. Setelah jembatan jadi, “tembok” itu runtuh.

 

*Fokus Struktur Bawah: Fondasi Kuat, Jembatan Awet*

Saat ini pekerjaan masih fokus ke *struktur bawah jembatan* alias fondasi dan pondasi. Ini tahap paling krusial sebelum naik ke konstruksi atas.

 

Tim di lapangan sibuk dengan 3 pekerjaan utama:

1. *Pembesian pondasi* – merakit tulangan besi biar kuat menahan beban.

2. *Pemasangan bekisting* – cetakan sementara dari kayu/besi untuk pengecoran beton.

3. *Penyiapan struktur penyangga* – tiang sementara yang menopang jembatan saat dibangun.

 

Semua dikerjakan bertahap dan teliti. “Kualitas kami utamakan. Biar jembatan nanti aman, kokoh, dan tahan lama,” tegas Kapten Budiyono.

 

Kondisi lokasi terpantau aman dan kondusif. Kodim 0815/Mojokerto bersama semua unsur berkomitmen kawal pembangunan sampai selesai, biar manfaatnya cepat dirasakan warga.

 

*Spesifikasi & Harapan untuk Kedunggempol*

Jembatan Garuda ini punya bentang *37 meter*, lebar *3 meter*, konstruksi beton kokoh. Cukup untuk motor, mobil, dan kendaraan usaha warga.

 

Kalau sudah rampung, jembatan ini bukan cuma nyambungin jalan. Tapi nyambungin rezeki, nyambungin sekolah, nyambungin silaturahmi antar dua wilayah yang lama terpisah sungai.

 

Di Kedungkudi, kemanunggalan TNI-Rakyat hari ini sedang dicor jadi beton. Kuat, tahan lama, dan bermanfaat untuk anak cucu. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *