MOJOKERTO – Gedung Makodim 0815/Mojokerto di Jalan Majapahit Nomor 1 Kamis pagi 11/6/2026 mendadak lebih ramai dari biasanya. Tiga perwira tinggi Kodam V/Brawijaya melangkah masuk ke lobby. Tujuannya satu: menelisik langsung “denyut nadi” Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih KDKMP di Bumi Majapahit.
Tim Pengawasan dan Evaluasi Wasev KDKMP Kodam V/Brawijaya dipimpin Kolonel Inf Agus Supriyanto. Dampingi dia, Kolonel Inf Joni Arsya dan Mayor Czi Edi Suparmanto. Kehadiran mereka disambut Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo, S.Hub.Int., bersama Kasdim Mayor Inf Suwadi dan para perwira staf. Jabat tangan, senyum, lalu paparan singkat digelar.
“Ini bukan inspeksi mendadak untuk mencari salah. Kami datang untuk memastikan program jalan, sekaligus bantu cari solusi kalau ada kendala di lapangan,” buka Kolonel Agus Supriyanto sebelum tim beranjak.
Usai menerima paparan dari Kodim 0815, rombongan langsung “blusukan”. Sehari penuh, 5 titik KDKMP disambangi. Rutenya padat: Desa Seduri Kec. Mojosari, Desa Sumbertebu Kec. Bangsal, Desa Tumapel Kec. Dlanggu, Kelurahan Gununggedangan Kec. Magersari, dan ditutup di Kelurahan Pralon Kec. Prajuritkulon Kota Mojokerto.
Di Desa Seduri, tim berhenti paling lama. Mereka membongkar lemari arsip, mengecek buku administrasi, meneliti struktur organisasi, sampai melihat gudang sarana usaha. Dialog cair terjadi antara tim Wasev dan pengurus KDKMP. “Kendala apa yang paling berat Pak?” tanya Mayor Edi. “Permodalan awal dan literasi digital, Pak,” jawab ketua koperasi. Catatan itu langsung masuk buku saku Kolonel Agus.
Pola yang sama terulang di 4 titik berikutnya. Tim tidak cuma duduk di kantor desa. Mereka turun, melihat langsung rak toko kelontong KDKMP, mengecek mesin chiller, sampai ngobrol dengan warga yang belanja.
*“Semangat Kolaborasi Jadi Modal Utama”*
Sore menjelang Magrib, Tim Wasev kembali ke Makodim untuk evaluasi akhir. Hasilnya: apresiasi. Kolonel Agus Supriyanto menegaskan, progres KDKMP di Mojokerto berjalan baik.
“Secara umum kami melihat progresnya positif. Memang masih ada yang perlu disempurnakan, tapi semangat kolaborasi antara Kodim, pemerintah daerah, kepala desa, dan pengurus koperasi ini luar biasa. Itu modal penting keberhasilan,” ujarnya.
Senada, Dandim Letkol Abi Swanjoyo menegaskan komitmen penuh Kodim 0815. “Kami terus kawal setiap tahapan KDKMP. Kehadiran Tim Wasev ini jadi motivasi tambahan bagi seluruh Babinsa dan jajaran. Targetnya jelas: koperasi ini harus jadi penggerak ekonomi warga, bukan sekadar nama,” tegasnya.
KDKMP sendiri merupakan program strategis TNI AD untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dari desa. Lewat koperasi, warga diajak berdikari: mulai dari simpan pinjam, penyediaan sembako murah, hingga unit usaha produktif sesuai potensi desa.
Kolonel Agus menutup kunjungannya dengan pesan: “Wasev bukan vonis. Ini pendampingan. Catatan kami hari ini akan jadi bahan pembinaan ke depan. Harapannya KDKMP di Mojokerto bisa jadi contoh tata kelola yang baik, produktif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya masyarakat.”
Dengan 5 KDKMP yang sudah disidak, Kodim 0815 kini punya “PR rumah” untuk menyempurnakan administrasi dan pengembangan usaha. Tapi satu hal sudah pasti: semangat membangun dari desa di Mojokerto sudah menyala. (Jay)










