mahkota555

Pancasila Jadi Kompas, Pemkab Batang Hari Tegaskan Komitmen Persatuan

BATANG HARI – Alun-alun Muara Bulian, Senin 1/6/2026 pagi, jadi saksi khidmat. Pemkab Batang Hari menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026. Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, sampai DPRD kompak berdiri lurus.

 

 

Bupati Batang Hari, Mhd Fadhil Arief, bertindak sebagai inspektur upacara. Sekaligus membacakan amanat Kepala BPIP RI, Prof Yudian Wahyudi.

 

Pesan intinya tegas: Harganas bukan sekadar seremoni tahunan. Ini momentum ngaca bareng.

 

“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni. Ini momentum refleksi. Memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan jadi pedoman berbangsa,” tegas Bupati Fadhil membacakan amanat BPIP.

 

*Pancasila: Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia*

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, upacara tahun ini ngingetin satu hal: Pancasila itu kompas.

 

“Pancasila harus terus jadi pedoman dalam setiap tindakan, kebijakan, dan kehidupan bermasyarakat. Nilainya adalah kekuatan utama kita jaga persatuan di tengah keberagaman,” lanjut Fadhil.

 

*Indonesia Nggak Cuma Jadi Penonton Dunia*

Yang menarik, amanat BPIP juga nyolek soal peran global Indonesia. Di tengah dunia yang lagi ribut: disrupsi teknologi, perang dagang, geopolitik panas.

 

“Indonesia punya tanggung jawab konstitusional. UUD 1945 mengamanatkan kita ikut mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujarnya.

 

Intinya: Indonesia bukan penonton. Harus jadi pemain yang menertibkan dunia.

 

*Komitmen Pemkab: Pancasila di Kantor & Pelayanan*

Usai upacara, Pemkab Batang Hari menegaskan komitmennya. Nilai Pancasila harus turun ke tanah: ke kantor, ke pembangunan, ke pelayanan publik.

 

“Mari kita jadikan Pancasila inspirasi berkarya, melayani, membangun daerah. Dengan semangat persatuan, Batang Hari lebih baik, Indonesia semakin kuat,” pungkas Bupati Fadhil.

 

Upacara ditutup dengan hikmat. Pesannya satu: Pancasila hidup kalau diamalkan, bukan cuma dihafal.

 

(Darmawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *