Dirjen Pemasyarakatan Kunjungi Rutan Kelas I Bandar Lampung, Tegaskan Optimalisasi Pembinaan dan Pelayanan Warga Binaan
Bandar Lampung, majalahglobal.com – Mashudi selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan melaksanakan kunjungan kerja ke Rutan Kelas I Bandar Lampung pada Minggu sore (22/02/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda penguatan fungsi pembinaan serta peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan di wilayah Lampung.
Dalam kunjungan tersebut, Dirjen Pemasyarakatan didampingi oleh Adhayani Lubis selaku Direktur Kesehatan dan Perawatan Rehabilitasi Ditjen PAS, serta Jalu Yuswa Panjang, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung.
Rombongan disambut langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Santosa, bersama jajaran pejabat manajerial dan seluruh pegawai.
Kegiatan diawali dengan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat sekitar rutan yang sebelumnya telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim tenaga kesehatan Rutan. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus penguatan sinergi antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat.
Selanjutnya, Dirjen PAS meninjau langsung Dapur Sehati guna memastikan standar kebersihan, proses pengolahan bahan makanan, serta pemenuhan kebutuhan gizi warga binaan telah berjalan sesuai ketentuan.
Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen memastikan hak dasar warga binaan terpenuhi secara layak dan manusiawi.
Rangkaian kunjungan juga diisi dengan penanaman bibit anggur sebagai simbol dukungan terhadap program pembinaan kemandirian, serta peninjauan kolam bioflog yang dikelola Subseksi Bimbingan dan Kegiatan. Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan berbasis keterampilan yang diharapkan mampu membekali warga binaan dengan kemampuan produktif saat kembali ke masyarakat.
Sebagai penutup, Dirjen PAS meninjau berbagai hasil karya warga binaan, di antaranya kerajinan kapal dalam botol, kaligrafi, dan produk Rubal Bakery. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk penguatan soliditas serta komitmen bersama dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani masa pidana, tetapi ruang pembinaan yang harus mampu membentuk warga binaan menjadi pribadi yang mandiri dan produktif. Pelayanan yang optimal, pemenuhan hak dasar, serta program keterampilan yang berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan sistem pemasyarakatan,” tegas Mashudi.
Andi Raya










