Perketat Deteksi Dini, Lapas Kotaagung Gelar Sidak Rutin Kamar Hunian demi Cegah Barang Terlarang
KOTAAGUNG, majalahglobal.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan. Melalui kegiatan sidak atau razia rutin kamar hunian, Lapas Kotaagung memastikan seluruh area hunian warga binaan tetap steril dari barang-barang terlarang.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal dan Pengamanan (Satopspatnal) ini menyasar kamar hunian F5 dan berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Sidak dilakukan sebagai bagian dari langkah deteksi dini sekaligus implementasi nyata 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kamar hunian dan barang milik warga binaan dengan pendekatan humanis serta menjunjung tinggi prinsip profesionalitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukannya narkotika maupun alat komunikasi ilegal. Namun demikian, petugas mengamankan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lapas.
Usai kegiatan, petugas memberikan imbauan kepada seluruh warga binaan agar senantiasa menaati tata tertib yang berlaku serta turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan kondusif.
“Sidak rutin ini merupakan bagian dari langkah preventif kami dalam menjaga stabilitas keamanan Lapas Kotaagung. Program ‘sehari satu kamar’ kami jalankan secara konsisten sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Dengan lingkungan yang aman dan tertib, proses pembinaan warga binaan dapat berjalan optimal serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan dapat terus terjaga,” tegas Andi Gunawan.
“Kami memastikan setiap kegiatan penggeledahan dilakukan secara profesional, teliti, dan humanis. Tidak semata-mata mencari pelanggaran, tetapi juga membangun kesadaran warga binaan agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Sinergi antara petugas dan warga binaan adalah kunci utama terciptanya lapas yang kondusif,” ujar Rubyanto.
Oleh: Andi Raya










