SURABAYA – Malam itu, Legacy Ballroom di Surabaya menjadi panggung bagi pemerintah daerah se-Jawa Timur. Di antara deretan bupati dan wali kota yang hadir, nama Kabupaten Mojokerto disebut tiga kali. Bukan karena undian, melainkan karena prestasi.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang http://JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026, Jumat (30/10/2026) malam. Tiga penghargaan itu adalah Terbaik 1 Pengembangan Pariwisata, Terbaik 1 Kesetaraan Gender, serta Terbaik 2 Inisiatif Pembangunan Manusia dan Kesejahteraan Sosial.
Sebuah capaian yang menegaskan bahwa Bumi Majapahit tidak hanya fokus pada satu sektor, melainkan berupaya meningkatkan kinerja di berbagai lini pelayanan.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, yang akrab disapa Gus Bupati. Ia hadir didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto, Nugraha Budhi Sulistya.
*Pariwisata dan Desa Wisata Jadi Kunci*
Usai menerima penghargaan, Gus Bupati tidak berlama-lama larut dalam euforia. Dalam sesi wawancara, ia menegaskan bahwa penghargaan adalah tonggak, bukan garis finis.
“Pemkab Mojokerto akan terus meningkatkan pembangunannya, semoga akan muncul desa-desa wisata baru di Kabupaten Mojokerto, dan pertumbuhan sumber daya manusianya juga semakin naik ke depannya,” ujarnya.
Pernyataan ini sejalan dengan penghargaan Terbaik 1 Pengembangan Pariwisata yang baru saja diraih. Kabupaten Mojokerto yang memiliki kekayaan sejarah Majapahit, mulai dari Trowulan hingga kawasan Pacet dan Trawas, memang tengah gencar mendorong desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Gus Bupati pun memberikan imbauan khusus kepada jajarannya.
“Kita berharap ada semacam inovasi khususnya dari OPD untuk kemudian memberikan dukungan kepada desa-desa yang memiliki upaya untuk meningkatkan desanya menjadi desa wisata,” imbaunya.
Artinya, penghargaan pariwisata ini bukan hanya soal destinasi yang sudah terkenal, tetapi tentang bagaimana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu memberikan inovasi dan dukungan nyata bagi desa-desa yang memiliki potensi.
*Penghargaan yang Diukur dengan Data, Bukan Subjektif*
Menariknya, http://JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026 tahun ini mendapat apresiasi khusus dari sisi metodologi. Plt Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, yang turut hadir, menilai ajang ini menghadirkan terobosan.
Berbeda dengan penghargaan yang seringkali dinilai secara subjektif, Wilwatikta Awards 2026 menggunakan data sebagai dasar penilaian.
“Dengan demikian, capaian suatu daerah di berbagai kategori akan terlihat dan terukur. Ke depannya data tersebut akan jadi acuan dari daerah itu buat mengembangkan wilayah,” kata Herum dalam sambutannya.
Pendekatan ini membuat penghargaan yang diterima Pemkab Mojokerto memiliki landasan yang jelas. Predikat Terbaik 1 Kesetaraan Gender dan Terbaik 2 Inisiatif Pembangunan Manusia, misalnya, bukan sekadar klaim, melainkan hasil dari data pembangunan manusia yang terukur dan dapat dijadikan referensi evaluasi kinerja.
Acara yang dihadiri Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, CEO http://JawaPos.com Dhimas Ginanjar Satria Perdana, anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono, serta perwakilan Kodam V/Brawijaya ini pun menjadi penanda bahwa kompetisi antar daerah di Jawa Timur semakin sehat.
Bagi Kabupaten Mojokerto, tiga piala yang dibawa pulang dari Surabaya malam itu bukan sekadar pajangan di kantor bupati di Jalan Ahmad Yani No.16. Ia adalah penanda bahwa upaya meningkatkan pelayanan di berbagai lini, dari pariwisata hingga kualitas sumber daya manusia, mulai menunjukkan hasilnya. (Jay)










