mahkota555

Tanggap Darurat Kabut Asap Karhutla, SKK Migas dan Jindi South Jambi B Lindungi Warga Ring 1 dengan Masker Medis

 

 

BATANG HARI – Memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi memicu aksi cepat dari industri hulu migas. Di tengah kepungan kabut asap, SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Jindi South Jambi B Co., Ltd. menyalurkan bantuan masker medis untuk masyarakat.

 

Bantuan itu disalurkan kepada organisasi kemasyarakatan Pemuda Mudik Bersatu (PMB) di Kelurahan Simpang Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Rabu (21/10/2026).

 

Langkah tanggap darurat ini dinilai sangat krusial. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Kabupaten Batang Hari sempat menembus angka 310 dengan kategori Berbahaya, sebelum fluktuasi terakhir tercatat di angka 211 dengan kategori Sangat Tidak Sehat akibat sebaran partikulat halus PM2,5 dari asap karhutla.

 

Penyerahan bantuan di sekitar area operasional TR Gas Plant tersebut dilakukan langsung oleh perwakilan Humas Jindi South Jambi B, Pinkan Pangestu, S.H. dan Taufik Hidayat, S.H., kepada pengurus dan tokoh pemuda setempat.

 

Humas Jindi South Jambi B, Pinkan Pangestu, S.H., mengatakan program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang diprioritaskan untuk menjaga kesehatan warga ring satu di tengah situasi darurat.

 

“Kami dari manajemen perusahaan berharap bantuan masker ini dapat mempercepat perlindungan kesehatan bagi warga dan pemuda setempat. Ini adalah wujud sinergi dan komitmen berkelanjutan kami untuk saling menjaga, terutama dalam meminimalisir risiko penyakit infeksi saluran pernapasan di lingkungan sekitar area kerja hulu migas,” ujar Pinkan.

 

Sementara itu, perwakilan Ormas Pemuda Mudik Bersatu (PMB), Roy, menyampaikan apresiasi atas kepekaan manajemen perusahaan.

 

“Kami atas nama keluarga besar Pemuda Mudik Bersatu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak SKK Migas dan manajemen Jindi South Jambi B atas bantuan masker ini. Saat kondisi kabut asap akibat karhutla sedang pekat-pekatnya, aksi sosial ini sangat menyentuh kebutuhan riil kami dan masyarakat yang terpaksa harus tetap beraktivitas di luar ruangan. Kami berharap hubungan harmonis dan kolaborasi kemanusiaan seperti ini dapat terus terjaga,” ungkap Roy.

 

Melalui sinergi penanganan dampak polusi udara ini, diharapkan risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada kelompok produktif dan warga sekitar dapat ditekan, sekaligus memperkuat kemitraan positif antara industri hulu migas dan elemen pemuda daerah.

 

*Penulis: Darmawan*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *