mahkota555

Lapas Kalianda Kembangkan Peternakan Ayam Petelur, Bekali Warga Binaan Keterampilan Wirausaha

Lapas Kalianda Kembangkan Peternakan Ayam Petelur, Bekali Warga Binaan Keterampilan Wirausaha

KALIANDA, majalahglobal.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda terus memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pengembangan peternakan ayam petelur. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang peternakan sebagai modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat, Selasa (13/10/2026).

Program tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan pemeliharaan ternak, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, serta kemampuan bekerja sama. Melalui kegiatan ini, warga binaan mendapatkan kesempatan untuk mengenal proses pengelolaan peternakan, mulai dari pemberian pakan, perawatan kandang, pemantauan kesehatan ayam, hingga pengelolaan hasil produksi telur.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan. Menurutnya, warga binaan perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Pembinaan kemandirian melalui peternakan ayam petelur ini merupakan salah satu langkah kami untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai manfaat dan peluang ekonomi. Kami ingin mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh ilmu, pengalaman, dan kemampuan yang dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas nanti,” ujar Badarudin.

Ia menjelaskan, kegiatan pembinaan yang produktif diharapkan mampu membentuk pola pikir positif sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri warga binaan. Dengan terlibat langsung dalam pengelolaan peternakan, warga binaan dapat belajar memahami proses kerja, menjaga konsistensi, menyelesaikan tanggung jawab, serta mengenali peluang usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri.

Selain menjadi media pembelajaran keterampilan, peternakan ayam petelur juga berpotensi dikembangkan sebagai kegiatan produktif di lingkungan lapas. Pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan dapat memberikan pengalaman mengenai proses produksi, pemeliharaan ternak, pengelolaan hasil, hingga perencanaan usaha di bidang peternakan.

Badarudin menambahkan, pembinaan yang diberikan kepada warga binaan harus memiliki manfaat jangka panjang, terutama dalam mendukung kesiapan mereka untuk kembali menjalani kehidupan sosial secara positif.
“Kami berharap keterampilan yang dipelajari di lapas dapat menjadi bekal nyata bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat. Harapannya, mereka memiliki kepercayaan diri, semangat untuk bekerja, dan keberanian untuk memanfaatkan peluang usaha secara positif. Pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, melainkan juga tentang mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Melalui pengembangan program peternakan ayam petelur, Lapas Kelas IIA Kalianda berupaya mendorong pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan, pembentukan karakter, dan penguatan kemandirian. Program ini diharapkan dapat mendukung proses reintegrasi sosial dengan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan kehidupan setelah menjalani masa pidana.

Lapas Kalianda berkomitmen untuk terus mengoptimalkan program pembinaan yang produktif dan bermanfaat. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, warga binaan diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi secara positif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *