mahkota555

Pondok Pesantren Darut Taubah Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung

Pondok Pesantren Darut Taubah Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Lapas Kelas I Bandar Lampung

Bandar Lampung, majalahglobal.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan keagamaan. Salah satunya dilaksanakan secara berkelanjutan melalui Pondok Pesantren Darut Taubah yang menjadi wadah bagi warga binaan untuk meningkatkan pemahaman agama sekaligus membangun kesadaran dan perubahan diri.
Kegiatan pembinaan keagamaan tersebut kembali dilaksanakan pada Senin (21/9/2026) di Masjid Lapas Kelas I Bandar Lampung dan diikuti oleh WBP yang berada di Blok Pesantren. Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat dengan antusiasme peserta yang terlihat sepanjang rangkaian pembinaan.

Pondok Pesantren Darut Taubah menjadi salah satu sarana pembinaan kepribadian yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk mendalami nilai-nilai keagamaan, melakukan introspeksi, serta menumbuhkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, Masjid Lapas juga dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan yang mendukung proses perubahan perilaku. Melalui kegiatan keagamaan, warga binaan diarahkan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, serta memperkuat kesiapan mental dan spiritual selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, mengatakan pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari upaya membentuk kepribadian warga binaan agar memiliki kesadaran untuk terus memperbaiki diri.
“Pembinaan keagamaan merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian. Kami memberikan ruang kepada warga binaan untuk belajar, beribadah, melakukan introspeksi, dan memperbaiki diri. Kami berharap masa menjalani pidana tidak hanya dilalui sebagai proses menjalankan hukuman, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Ike Rahmawati.

Menurut Ike, keberhasilan pembinaan membutuhkan proses yang konsisten dan tidak dapat dilakukan secara instan. Karena itu, Lapas Kelas I Bandar Lampung terus mendorong pelaksanaan berbagai program pembinaan yang dapat memberikan manfaat bagi warga binaan, termasuk melalui pendekatan keagamaan dan spiritual.
“Antusiasme warga binaan dalam mengikuti kegiatan tentu menjadi hal yang positif. Kami berharap semangat tersebut tidak hanya terlihat saat mengikuti kegiatan pembinaan, tetapi juga dapat tercermin melalui sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari di dalam Lapas,” katanya.

Ike menambahkan, nilai-nilai yang diperoleh melalui pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali berkumpul bersama keluarga dan berinteraksi dengan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Bandar Lampung, Gatot Suariyoko, menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Darut Taubah menjadi salah satu sarana pendukung dalam pelaksanaan pembinaan kepribadian, khususnya pada aspek keagamaan.
“Kami melihat antusiasme warga binaan Blok Pesantren dalam mengikuti kegiatan keagamaan cukup baik. Ini merupakan bagian dari pembinaan yang kami laksanakan secara berkelanjutan untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun kesadaran diri,” ungkap Gatot.

Menurutnya, pembinaan kepribadian tidak hanya diukur dari keikutsertaan warga binaan dalam suatu kegiatan, tetapi juga dari proses perubahan sikap dan perilaku yang ditunjukkan dalam keseharian.
“Harapannya, nilai-nilai yang mereka dapatkan selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal ketika kembali ke keluarga dan masyarakat. Perubahan membutuhkan proses, sehingga pembinaan harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” lanjutnya.

Antusiasme WBP Blok Pesantren dalam mengikuti kegiatan menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian dari aktivitas positif selama menjalani masa pidana. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk beribadah, tetapi juga membangun kebersamaan, memperkuat nilai spiritual, dan melakukan refleksi terhadap perjalanan hidupnya.

Lapas Kelas I Bandar Lampung berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian melalui berbagai kegiatan positif yang sesuai dengan kebutuhan warga binaan. Pembinaan melalui Pondok Pesantren Darut Taubah diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten dengan dukungan petugas, pembimbing keagamaan, serta partisipasi aktif warga binaan.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas I Bandar Lampung berupaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperkuat karakter, meningkatkan kesadaran, serta mempersiapkan diri agar dapat kembali menjalani kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat dengan membawa perubahan yang positif.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *