mahkota555

Perkuat Karakter Petugas dan Menyentuh Nurani nya,Cegah Pelanggaran, Kakanwil Ditjenpas Lampung Tegaskan Larangan Handphone Masuk Lapas

Perkuat Karakter Petugas dan Menyentuh Nurani nya,Cegah Pelanggaran, Kakanwil Ditjenpas Lampung Tegaskan Larangan Handphone Masuk Lapas

Gunung Sugih, majalahglobal.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung, Dr. M. Hilal, A.Md., IP., S.H., M.Si., memberikan penguatan kepada seluruh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunung Sugih, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dr. Sahardjo Lapas Kelas IIB Gunung Sugih tersebut diikuti seluruh pegawai. Penguatan diberikan sebagai upaya memperkuat integritas, disiplin, profesionalisme, serta komitmen jajaran dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

Dalam arahannya, Kakanwil Ditjenpas Lampung menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Setiap petugas dituntut mampu menjaga kehormatan institusi dengan bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan konsisten mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

Salah satu hal yang menjadi perhatian serius adalah larangan keterlibatan petugas dalam memasukkan handphone ke dalam Lapas. Praktik tersebut dinilai dapat membuka ruang terjadinya berbagai pelanggaran serta mencoreng nama baik institusi.
“Tidak boleh ada petugas yang bermain-main dengan aturan. Jangan pernah terlibat dalam memasukkan handphone ke dalam Lapas. Integritas bukan sekadar ucapan, tetapi harus dibuktikan melalui sikap dan tindakan dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Apabila ada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran, tentu akan ditindak secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Dr. M. Hilal.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar bersama-sama menjaga Lapas sebagai rumah bersama. Menurutnya, keberhasilan membangun lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib tidak dapat dilakukan oleh satu atau dua orang, melainkan membutuhkan komitmen seluruh jajaran.
“Jaga rumah kita bersama. Jangan sampai kepentingan pribadi dan tindakan segelintir orang merusak kepercayaan serta mencederai kerja keras seluruh jajaran. Satu pelanggaran dapat berdampak besar terhadap nama baik institusi. Karena itu, setiap pegawai harus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan integritas Lapas,” ujarnya.

Selain persoalan handphone, Kakanwil turut memberikan perhatian terhadap pencegahan judi online di lingkungan pemasyarakatan. Jajaran diminta meningkatkan pengawasan dan tidak memberikan ruang bagi praktik-praktik yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban, maupun profesionalisme petugas.

Di sisi lain, Dr. M. Hilal menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pengembangan kompetensi. Setiap pegawai diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, dengan penilaian berdasarkan kompetensi, kinerja, integritas, serta tanggung jawab.
“Pengembangan karier harus menjadi motivasi bagi setiap pegawai untuk meningkatkan kapasitas dan kinerjanya. Kesempatan untuk berkembang harus dibangun berdasarkan kompetensi, kinerja, integritas, dan tanggung jawab. Karena itu, teruslah belajar, tingkatkan kemampuan, dan tunjukkan kinerja terbaik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Gunung Sugih, Sastra Irawan, menyatakan siap menindaklanjuti arahan dan penguatan yang disampaikan Kakanwil Ditjenpas Lampung.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen seluruh jajaran dalam menjaga integritas serta melaksanakan tugas sesuai aturan.
“Penguatan dari Kakanwil menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kami untuk semakin memperkuat integritas dan kedisiplinan seluruh jajaran. Kami tidak ingin ada tindakan individu yang mencederai kepercayaan dan merusak kerja keras seluruh pegawai,” ujar Sastra Irawan.

Ia menegaskan bahwa jajaran Lapas Gunung Sugih akan terus memperkuat pengawasan internal dan membangun budaya kerja yang mengedepankan integritas, profesionalisme, serta tanggung jawab.
“Kami berkomitmen menjaga Lapas Gunung Sugih sebagai rumah bersama. Setiap pegawai harus memahami bahwa tugas pemasyarakatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami akan terus melakukan pencegahan, pengawasan, dan pembinaan agar seluruh jajaran tetap berada pada koridor aturan,” tegasnya.

Sastra juga mengajak seluruh pegawai untuk tidak hanya mengandalkan pengawasan pimpinan, tetapi memiliki kesadaran dan komitmen pribadi dalam menjaga nama baik institusi.
“Integritas harus dimulai dari diri sendiri. Mari saling mengingatkan, saling menguatkan, dan bersama-sama menjaga marwah institusi. Jangan sampai ada pelanggaran yang dilakukan karena kelalaian maupun kepentingan pribadi. Kita ingin seluruh jajaran bekerja secara profesional, solid, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pemasyarakatan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan penguatan tersebut, Lapas Kelas IIB Gunung Sugih menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan kerja yang bersih, disiplin, profesional, berintegritas, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *