mahkota555

Laraskan Ketaqwaan dan Kinerja, Lapas Kelas I Bandar Lampung Gelar Pembinaan Mental Kerohanian Serentak

Laraskan Ketaqwaan dan Kinerja, Lapas Kelas I Bandar Lampung Gelar Pembinaan Mental Kerohanian Serentak

Bandar Lampung, majalahglobal.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung menggelar pembinaan mental dan kerohanian secara serentak bagi seluruh petugas, Kamis (27/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter, integritas, serta ketahanan moral petugas dalam melaksanakan tugas pemasyarakatan.

Pembinaan dilaksanakan dengan memberikan ruang kepada setiap petugas untuk menjalankan ibadah dan pembinaan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Kegiatan berlangsung di sejumlah titik di lingkungan Lapas Kelas I Bandar Lampung.

Bagi petugas beragama Islam, kegiatan diisi dengan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Ustadz M. Khotib Nawawi yang bertempat di Aula Lapas. Sementara itu, petugas beragama Kristen mengikuti ibadah dan doa bersama Pendeta Yusuf dari Gereja Methodist di Gereja Ekklesia Lapas.

Adapun petugas beragama Hindu mengikuti persembahyangan dan pembinaan rohani secara live streaming bersama Pandita Ida Resi Lingga Puja.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program penguatan mental dan spiritual yang dicanangkan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Lampung, Maulidi Hilal. Pembinaan kerohanian secara rutin diharapkan mampu menjadi fondasi bagi petugas untuk menjaga profesionalisme sekaligus integritas dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.

Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menegaskan bahwa penguatan spiritual harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas kinerja.
“Pembinaan mental dan kerohanian ini bukan sekadar kegiatan ibadah, tetapi merupakan bagian penting dalam membangun karakter dan integritas petugas. Kami ingin memastikan bahwa ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa berjalan selaras dengan kinerja, disiplin, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.”ujar ike.

Ike menambahkan, keseimbangan antara kekuatan mental, spiritual, dan profesionalitas menjadi modal penting bagi jajaran pemasyarakatan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.
“Dengan mental dan spiritual yang kuat, kami berharap seluruh jajaran mampu menjaga hati, pikiran, dan tindakan agar senantiasa berada pada koridor integritas. Petugas harus memberikan pelayanan secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab serta menjauhi segala bentuk penyimpangan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Bandar Lampung berkomitmen menjadikan pembinaan mental dan kerohanian sebagai bagian dari penguatan budaya kerja, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat tercermin dalam sikap, perilaku, disiplin, dan kualitas pelayanan seluruh petugas.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *