mahkota555

Selain Serap Aspirasi, Tauffan Priambodo Ajak Warga Manfaatkan KIP-PIP dan Siapkan Generasi Kota Mojokerto Jago Bahasa Inggris

Majalahglobal.com, Mojokerto — Ruang tamu kediaman Bapak Sabil di Miji Baru, RT 01 RW 03, Kelurahan Kranggan, Kota Mojokerto, Senin (25/8/2026) malam, penuh sesak. Warga duduk beralaskan tikar, membawa harapan dan segudang usulan.

 

Malam itu Anggota DPRD Kota Mojokerto dari Fraksi Partai NasDem, *Tauffan Priambodo, S.T., M.T.*, menggelar Reses Tahap II Masa Sidang II Tahun 2026. Forum ini menjadi ruang bagi warga untuk bertemu langsung dengan wakilnya dan menyampaikan persoalan yang selama ini dirasakan di lingkungan.

 

Suasana berlangsung hangat dan cair. Satu per satu warga mengangkat tangan. Ada yang mengeluhkan kondisi infrastruktur lingkungan, ada pula yang menitipkan harapan untuk dunia pendidikan anak-anak mereka.

 

Perwakilan Tim Tauffan Priambodo, *Ari* dari DPD NasDem Kota Mojokerto, membuka pemaparan dengan menegaskan komitmen tim untuk mengawal setiap aspirasi. Menurutnya, tugas wakil rakyat tidak berhenti di gedung DPRD.

 

“Semua usulan yang disampaikan malam ini akan kami catat. Nanti akan kami perjuangkan lewat jalur resmi di pemerintahan. Targetnya, Kranggan ini bisa jadi kawasan yang lebih aman, nyaman, dan asri,” kata Ari di hadapan warga.

 

Selain soal pembangunan fisik, perhatian Ari juga tertuju pada masa depan anak-anak. Ia memaparkan dua program nasional di bidang pendidikan yang bisa diakses warga, yakni Program Indonesia Pintar PIP dan Kartu Indonesia Pintar KIP.

 

“Bagi bapak ibu yang punya anak sekolah dan terkendala biaya, silakan koordinasi dengan tim kami. Nanti kami dampingi proses pengajuannya agar tidak bingung,” ajaknya.

 

Yang paling menarik perhatian warga adalah pengumuman program baru: *“Rumah Bahasa”*. Ini adalah kelas Bahasa Inggris gratis dengan metode yang mengadopsi sistem pembelajaran di Kampung Inggris, Pare, Kediri.

 

Program ini rencananya akan dimulai bulan depan. Selama 3 bulan, peserta akan mengikuti sekitar 25 kali pertemuan. Mereka juga akan mendapatkan modul pembelajaran dan sertifikat resmi dari lembaga penyelenggara.

 

“Harapan kami sederhana. Anak-anak Mojokerto punya bekal kemampuan bahasa Inggris. Ini penting, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun bersaing di dunia kerja nanti,” jelas Ari.

 

Giliran Tauffan Priambodo diberi kesempatan. Pria yang juga berprofesi sebagai akademisi ini tidak banyak berpidato. Ia memilih duduk dan mendengarkan.

 

“Saya bersyukur dan berterima kasih panjenengan semua sudah hadir. Saya tidak akan banyak sambutan karena sudah diwakili Kak Ari. Tugas saya malam ini cuma satu, mendengarkan,” ucap Tauffan.

 

Ia menekankan, reses adalah instrumen penting dalam demokrasi. Di sinilah aspirasi dari bawah bisa langsung sampai ke atas.

 

“Semua masukan dari panjenengan akan kami bawa dalam pembahasan di DPRD. Memang tidak semua bisa langsung dikerjakan tahun ini. Tapi saya pastikan, setiap usulan akan kami kawal agar masuk dalam perencanaan pembangunan ke depan,” tegasnya.

 

Setelah sambutan, forum dilanjutkan dengan dialog. Warga dengan aktif bertanya dan mengusulkan. Mulai dari perbaikan jalan lingkungan, penerangan, hingga dukungan untuk kegiatan kepemudaan dan pendidikan.

 

Malam itu, reses tidak hanya menjadi ajang serap aspirasi. Ia juga menjadi ruang edukasi dan pembuka peluang baru bagi warga Kranggan untuk mengakses pendidikan yang lebih baik. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *