LUMAJANG – Setiap hari kita minum air. Dari galon isi ulang, air kemasan, air PDAM, hingga air sumur. Tapi pernahkah bertanya: dari semua itu, mana yang sebenarnya paling aman untuk tubuh kita?
Jawabannya mungkin mengejutkan. Menurut Kementerian Kesehatan RI, aman atau tidaknya air minum tidak ditentukan dari “jenisnya”, melainkan dari “kualitas dan cara mengelolanya”.
*4 Jenis Air yang Paling Umum Dikonsumsi*
*1. Air Kemasan Bermerek*
Air kemasan yang diproduksi pabrik besar biasanya sudah melewati proses pengolahan, filtrasi, dan pengawasan ketat. Setiap batch juga diuji lab sebelum beredar.
Catatan: Pastikan segel tidak rusak, kemasan tidak penyok/bocor, dan beli dari produsen terpercaya.
*2. Air PDAM yang Dimasak*
Air perpipaan dari PDAM bisa menjadi air minum jika memenuhi standar dan dimasak hingga mendidih. Merebus efektif membunuh bakteri, virus, dan parasit penyebab diare.
Namun memasak tidak bisa menghilangkan pencemar kimia seperti logam berat atau pestisida. Jadi kualitas pipa dan sumber air baku PDAM tetap jadi kunci.
*3. Air Sumur yang Diuji Lab*
Air sumur bisa aman, tapi dengan syarat: sumbernya tidak tercemar dan sudah diuji kualitasnya di laboratorium.
Memasak hanya membunuh kuman. Ia tidak bisa menghilangkan nitrat, besi, atau bahan kimia dari limbah rumah tangga dan pertanian. Karena itu, uji lab berkala sangat disarankan jika sumur jadi sumber utama.
*4. Air Isi Ulang Depot*
Air isi ulang bisa aman, bisa juga tidak. Semua tergantung 3 hal: sumber air baku depot, proses filter/RO yang digunakan, dan kebersihan galon serta lingkungan depot.
Bahkan air yang jernih belum tentu bebas bakteri. Penyimpanan di rumah juga berpengaruh. Galon yang lama terbuka bisa terkontaminasi.
*Jadi, Mana yang Paling Aman?*
Kemenkes RI dalam Permenkes No. 2 Tahun 2023 dan WHO dalam _Guidelines for Drinking-water Quality_ menegaskan hal yang sama:
*Air paling aman = Air yang memenuhi standar kualitas air minum dan ditangani dengan benar dari sumber sampai ke gelas Anda.*
Artinya, air sumur yang rutin diuji lab bisa jauh lebih aman daripada air isi ulang yang depotnya kotor. Sebaliknya, air kemasan dari merek abal-abal bisa lebih berbahaya daripada air PDAM yang dimasak dengan benar.
“Air yang jernih, tidak berbau, dan tidak berwarna belum tentu aman,” demikian penegasan dalam pedoman WHO.
*Tips Praktis dari Ahli*
1. *Masak air sampai mendidih* minimal 1 menit jika pakai PDAM atau sumur.
2. *Cek sumber*: Pastikan sumur jaraknya >11 meter dari septic tank.
3. *Pilih depot terpercaya*: Lihat apakah ada izin Dinkes, alat RO, dan galon dicuci bersih.
4. *Uji lab*: Lakukan uji mikrobiologi dan kimia setahun sekali untuk sumur dan depot langganan.
*Kesimpulan:*
Jangan lagi bertanya “Ini air dari mana?” Tapi tanyakan: “Apakah air ini sudah memenuhi standar dan dikelola dengan baik?”
Karena pada akhirnya, yang masuk ke tubuh kita bukan mereknya, tapi kualitasnya.
*Sumber:*
Kementerian Kesehatan RI – Permenkes No. 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum
WHO – _Guidelines for Drinking-water Quality_
*Laporan: Atz*
*Editor: Redaksi Majalah Global*










