Majalahglobal.com, Mojokerto – Suasana Minggu (16/8/2026) di halaman Balai Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, begitu ramai. Ratusan warga berkumpul. Ada yang ikut senam, ada yang antre layanan kesehatan gratis, dan ada pula yang berlarian menunggu giliran lomba.

Di tengah keramaian itu, terdengar suara lantang menyapa dari atas panggung. Ia adalah Kepala Desa Bicak, Yunita Dwi Ratnasari, S.Ikom, M.P, M.H.
“Bapak-bapak, ibu-ibu, masih semangat nggih?” tanyanya. Serentak dijawab warga dengan teriakan kompak: “Masih!”
Momen itu menjadi pembuka rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Bicak. Dengan mengusung tema “Merajut Kebersamaan Semarak Kemerdekaan”, Pemdes Bicak ingin memastikan perayaan tahun ini tidak hanya seremoni, tetapi juga dirasakan manfaatnya langsung oleh warga.
*Rame, Sehat, dan Ada Hadiahnya*
Yunita berkali-kali mengajak panitia untuk menyemarakkan acara. Ia meminta panitia games segera mendaftarkan peserta.
“Dari panitia bisa mendaftarkan mana panitia gamesnya, silakan bisa. Yang akan ada hadiahnya monggo untuk menyemarakkan,” ajaknya.
Kemeriahan semakin terasa dengan adanya hiburan elekton dan stan kecantikan dari Azura. Yunita bahkan sempat bergurau mengundang ibu-ibu.
“Silakan ini ibu-ibu yang depo-depo. Oh iya ini juga Azura ya, yang wajahnya pingin glowing pingin bercahaya bisa merapat ke stannya Azura,” ucapnya disambut tawa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Azura yang turut mendukung acara. “Luar biasa sekali terima kasih Azura atas support-nya yang diberikan kepada kami pada acara hari ini,” ujarnya.
*”Matur Suwun” untuk Kehadiran Warga*
Di tengah acara, Yunita menyempatkan diri menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir. Baginya, semangat gotong royong warga adalah kunci suksesnya acara.
“Bapak-bapak ibu-ibu yang saya hormati, saya menghaturkan matur suwun sangat atas rawuhnya panjenengan di acara di Balai Desa Bicak ini. Tanpa kehadiran panjenengan tidak akan acaranya semeriah ini,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Kalimat “Mbangun Deso Nganggo Roso” yang selama ini menjadi semangat Pemdes Bicak, terasa nyata hari itu. Membangun desa tidak cukup dengan anggaran, tetapi harus dengan rasa dan kebersamaan.
*Doa untuk Kesehatan dan Rezeki*
Sebelum menutup sambutannya, Yunita memimpin doa bersama. Ia memohon perlindungan dan keberkahan bagi seluruh warga Desa Bicak.
“Semoga kita semua yang ada di sini mendapatkan lindungan dari Allah SWT. Semoga panjenengan semua seluruh masyarakat Desa Bicak diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Dilunaskan segala hutang-hutangnya, amin amin ya rabbal alamin. Dan pulang dari sini mendapatkan rejeki, mendapatkan door prize, amin ya rabbal alamin,” ucapnya khidmat.
Doa itu menutup rangkaian sambutan. Warga pun bersiap mengikuti berbagai lomba dan menunggu pembagian doorprize.
*Kemerdekaan yang Dirasakan, Bukan Hanya Diperingati*
Bagi Yunita Dwi Ratnasari, peringatan kemerdekaan adalah momentum untuk memperkuat ikatan sosial.
“Semoga semangat kemerdekaan ini tidak berhenti di tanggal 17 Agustus. Tapi terus kita jaga setiap hari, di desa kita, dengan saling mendukung dan peduli,” pungkasnya.
Di bawah langit Trowulan, Desa Bicak membuktikan bahwa makna kemerdekaan paling indah adalah ketika ia dirayakan bersama-sama. Dengan senam, dengan tawa, dengan layanan kesehatan, dan dengan doa. (Jay/Adv)










