MOJOKERTO, Majalahglobal.com – Ahad, 26 Juli 2026 seharusnya jadi waktu untuk bersantai. Tapi suasana di Dusun Karangasem, Desa Kedunggede, Kecamatan Dlanggu justru berbeda. Sejak pagi deru alat dan riuh percakapan terdengar dari lokasi pembangunan Jembatan Garuda Tahap V.
Personel Kodim 0815/Mojokerto dan warga setempat memilih mengisi akhir pekan dengan kerja. Cuaca cerah mendukung. Semua bergerak cepat untuk mengejar target penyelesaian.
Di lapangan terlihat personel TNI bersama masyarakat menyiapkan besi tulangan, menata material, dan memeriksa bagian jembatan yang sudah rampung. Tidak ada jarak antara seragam loreng dan pakaian kerja warga. Kekompakan itu yang membuat pekerjaan terasa lebih ringan sekaligus menjaga mutu bangunan.
Jembatan beton ini bukan proyek kecil. Panjangnya 22 meter dengan lebar 5 meter. Fungsinya vital. Jembatan ini akan menjadi penghubung jalur utama masyarakat Desa Kedunggede yang selama ini kesulitan saat musim hujan.
Kehadirannya diharapkan memperlancar mobilitas warga, memudahkan distribusi hasil pertanian, dan memperkuat akses antar wilayah. Ribuan masyarakat di sekitar diproyeksikan akan merasakan manfaatnya langsung.
*Progres 84 Persen, Target Selesai Kian Dekat*
Memasuki pekan terakhir Juli, pembangunan sudah menyentuh angka 84 persen. Artinya target penyelesaian semakin dekat.
Material utama juga sudah standby di lokasi. Besi WF 300, pasir, dan batu pecah tertata rapi, siap dipakai untuk tahap konstruksi berikutnya.
Pasiter Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Budiyono menegaskan, pekerjaan ini tidak mengenal hari libur.
“Hari Minggu bukan alasan untuk menghentikan pekerjaan. Selama kondisi memungkinkan, personel TNI bersama masyarakat tetap bekerja agar pembangunan Jembatan Garuda Tahap V dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kunci percepatan pembangunan,” ujarnya.
Sepanjang hari tidak ada kendala berarti. Wilayah aman, cuaca cerah, dan semangat gotong royong membuat pekerjaan berjalan lancar.
*Bukti Pengabdian di Tengah Libur*
Pemandangan ini menjadi bukti nyata. Ketika sebagian besar orang memilih istirahat, TNI dan warga justru turun ke lapangan.
Bagi mereka, membangun infrastruktur untuk kepentingan rakyat adalah prioritas. Tidak bisa ditunda hanya karena hari libur.
Dengan progres yang sudah 84 persen, harapan warga Kedunggede untuk segera melintasi Jembatan Garuda tidak lama lagi akan terwujud. Jembatan sepanjang 22 meter itu akan menjadi simbol kerja bersama antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah. (Jay)










