LOMBOK TENGAH, Majalahglobal.com – Selama dua hari Desa Selebung, Kecamatan Batu Kliang, Kabupaten Lombok Tengah, berubah menjadi pusat pembinaan. Tepatnya di Spot Wisata Sipon, 30 pelajar mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar atau DIKSAR pertama yang digelar Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Siswa Nasional Indonesia DPC GSNI Lombok Tengah, Sabtu hingga Minggu 25-26 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi titik tolak DPC GSNI Lombok Tengah dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter. Fokus utamanya menanamkan rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan, jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, serta pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Seluruh rangkaian dikemas sistematis. Ada materi tentang kepemimpinan, wawasan kebangsaan, penguatan karakter, sampai praktik lapangan.
Acara dibuka secara resmi dengan prosesi registrasi, sambutan pembawa acara, pengumandangan lagu Indonesia Raya dan Mars GSNI. Laporan ketua panitia disampaikan oleh Azizatun Nabila.
DIKSAR kali ini mengusung tema Membumikan Nasionalisme Pelajar Berbasis Tatas Tuhu Trasna demi terwujudnya Generasi Emas yang Mandiri dalam menghadapi era.
Kepala Desa Selebung, Agus Kusumahadi, S.H. turut hadir memberikan sambutan. Ia mengapresiasi pemilihan desanya sebagai lokasi kegiatan.
“Saya berterima kasih karena Desa Selebung dipercaya menjadi tempat pelaksanaan. Penanaman rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan memang harus dimulai sejak dini, khususnya di kalangan pelajar. Dengan begitu persatuan bangsa bisa terus terjaga dari ancaman perpecahan,” ujarnya.
Sementara itu Ahmad Rodi, S.Pd, Ketua Bidang Advokasi dan Kesejahteraan Pelajar dari DPP GSNI, berharap DIKSAR ini melahirkan energi baru.
“Semoga muncul ide-ide segar dan gerakan bersama yang semakin solid untuk menguatkan peran pelajar di Lombok Tengah. Materi yang diberikan diharapkan memacu peserta menjadi pemuda yang mencintai negeri, punya integritas, dan mampu menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai kebangsaan,” jelasnya.
*Pembinaan Intensif Sejak Malam Hari*
Rangkaian hari pertama ditutup dengan dua sesi inti. Ke-GSNI-an dan Manajemen Organisasi disampaikan Ahmad Rodi, S.Pd. Dilanjutkan materi Motivasi dan Pengembangan Diri oleh Tomi Hasan Basri, S.Pd. Sebelumnya peserta juga mengikuti ibadah, makan bersama, dan yasinan sebagai bentuk pembinaan rohani.
Memasuki hari kedua, kegiatan dimulai sejak dini hari. Ada jurit malam dan sesi perenungan yang dipandu Sudirman Haryanto, M.Pd. dan Hamdani Abdi, Gr., M.Pd. Tujuannya untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan instrospeksi diri.
Pagi harinya dilanjutkan salat tahajud, salat subuh berjamaah, senam, serta permainan bernuansa Marhaenis untuk membangun kekompakan.
Di hari kedua juga hadir materi Pengantar Nasionalisme dari Yopi Aris Widiyanto, M.Pd., Gr. Sesi pamungkas diisi materi Muatan Lokal dan Pemberian Motivasi oleh Lalu Kesumajayadi, S.Pd.
*Lahir Nahkoda Baru GSNI Lombok Tengah*
Sebagai praktik berorganisasi, peserta kemudian menggelar musyawarah untuk memilih nakhoda baru. Ada 4 pasang calon Ketua dan Sekretaris yang maju. Setelah melalui diskusi, forum sepakat memilih Azizatun Nabila sebagai Ketua dan Lulu Salma Safitri sebagai Sekretaris DPC GSNI Lombok Tengah periode 2026-2027.
Azizatun Nabila, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Batu Kliang Utara, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan tersebut.
“Kami memohon dukungan agar GSNI Lombok Tengah bisa terus berkembang. DIKSAR pertama ini bukan hanya acara formalitas. Ini adalah proses menempa karakter, jiwa pemimpin, dan nasionalisme. Harapannya ke depan seluruh peserta bisa menjadi kader yang aktif, punya integritas, dan memberi kontribusi nyata bagi daerah dan Indonesia,” tuturnya. (Yp)
