MOJOKERTO – Gerbang SMKN 2 Mojokerto kembali terbuka. Senin (13/7/2026), 400 lebih siswa baru angkatan 2026/2027 resmi memulai perjalanan mereka.
Tapi ini bukan MPLS biasa. Selama 5 hari ke depan, mereka akan ditempa dengan 3 kata kunci: karakter, kompetensi, dan kebersamaan.
“Kami ingin siswa baru tidak hanya mengenal sekolah, tetapi juga memahami nilai kejujuran, disiplin, dan semangat belajar,” tegas Kepala SMKN 2 Mojokerto, Iswahyudi.
*Hari Pertama: Dari Salam Sapa hingga Kampanye Antikorupsi*
Hari pertama dibuka dengan “Salam Sapa Murid Baru” yang penuh semangat. Pembukaan MPLS sendiri dipusatkan di SMKN 2 Singosari Malang dan diikuti secara daring oleh seluruh SMK di Jawa Timur.
Usai pembukaan, siswa langsung masuk materi inti. Ada kampanye antikorupsi, materi “Aku dan Sekolahku”, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, hingga Wawasan Wiyata Mandala.
Tujuannya jelas: menanamkan integritas sejak hari pertama masuk sekolah vokasi.
*Hari 2-5: Cek Kesehatan, Asesmen, hingga Alumni Berbagi*
Memasuki hari kedua, ritme MPLS makin padat. Siswa mengikuti “Pertemuan Pagi Ceria”, cek kesehatan, asesmen literasi dan numerasi.
Yang menarik, ada sesi “Pengenalan Konsentrasi Keahlian” dan “Alumni Berbagi”. Di sini para alumni dan guru produktif turun langsung bercerita tentang dunia kerja dan industri.
“Alumni dan guru produktif kami libatkan agar siswa lebih cepat memahami arah jurusan yang mereka pilih,” jelas Iswahyudi.
Pencegahan masalah remaja juga jadi fokus. Siswa dibekali penyuluhan dampak negatif kecanduan game online.
*Puncak: Unjuk Karya dan Budaya*
Memasuki hari keempat, suasana berubah. Aula sekolah jadi panggung kreativitas. Siswa menampilkan unjuk karya dan pengenalan ekstrakurikuler. Setiap jurusan menunjukkan keahliannya langsung.
Puncaknya Jumat (17/7/2026). MPLS ditutup dengan kegiatan budaya, refleksi, dan penutupan resmi.
Iswahyudi berharap, 5 hari ini menjadi fondasi kuat.
“MPLS ini adalah fondasi. Dari sini kami tanamkan budaya kerja, kolaborasi, dan kebanggaan menjadi keluarga besar SMKN 2 Mojokerto,” tandasnya.
Dengan konsep ini, SMKN 2 Mojokerto ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya punya ijazah. Tapi lulusan yang hebat, berakhlak, dan siap bersaing di dunia industri. (Jay/Adv)










