Majalahglobal.com, Mojokerto – Aksi berbeda terjadi di Masjid Al Fatah, Dusun Sumberpiji, Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (5/7/2026) pagi.
Sejak pukul 07.00 WIB, halaman masjid yang biasanya tenang berubah ramai. Bukan karena ada pengajian besar. Melainkan karena ada kegiatan gotong royong membersihkan rumah ibadah yang digagas Gerakan Resik-Resik Masjid Mojokerto, atau GRRM.
Yang menarik perhatian warga, di antara para relawan yang membawa sapu dan kemoceng, tampak juga jajaran kepolisian dari Polsek Pacet. Mereka tidak hanya berdiri mengamankan. Mereka ikut turun tangan.
*Kapolsek Pacet Pimpin Langsung Pengamanan dan Aksi Sosial*
Kegiatan tersebut mendapat pengawalan langsung dari *Patroli 14.02 Polsek Pacet* yang dipimpin Kapolsek Pacet, *AKP Mohammad Khoirul Umam, S.E., M.H.*
Kehadiran polisi di lokasi bertujuan untuk memastikan rangkaian kegiatan sosial berjalan aman, tertib, dan lancar. Namun lebih dari itu, AKP Khoirul Umam menegaskan bahwa ini adalah bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat.
“Kami dari Polsek Pacet bergabung dengan relawan GRRM. Kegiatan Resik-Resik Masjid ini adalah langkah luar biasa dalam menjaga kebersihan tempat ibadah sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar AKP Khoirul Umam.
Ia juga mengutip penggalan QS At-Taubah ayat 108: _”wallāhu yuḥibbul-muṭahhirīn”_ yang artinya “Allah mencintai orang-orang yang membersihkan”.
“Bagi kami, kehadiran di sini adalah wujud dukungan agar masyarakat dapat beribadah di lingkungan yang bersih dan nyaman. Selain menjaga Kamtibmas tetap kondusif, ini juga bagian dari pengayoman,” lanjutnya.
*Relawan GRRM: Kehadiran Polisi Bikin Semangat*
Perwakilan dari tim Gerakan Resik-Resik Masjid Mojokerto juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Polsek Pacet.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran anggota Polsek Pacet di lapangan. Dukungan pengamanan dan pemantauan yang diberikan membuat kegiatan bersih-bersih masjid ini menjadi jauh lebih tertib dan lancar. Sinergi ini memberikan semangat tersendiri bagi para relawan,” ungkap salah satu relawan GRRM.
Sejak awal kegiatan, terlihat suasana kebersamaan yang cair. Tidak ada jarak antara polisi, relawan, dan warga. Ibu-ibu membersihkan karpet, bapak-bapak membersihkan atap dan talang, sementara personel kepolisian membantu memunguti sampah dan mengatur kelancaran kegiatan.
*Wujud Semboyan “Polisi Mojokerto, Polisi Rakyat”*
Bagi Polsek Pacet, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari semboyan “Polisi Mojokerto, Polisi Rakyat”.
Mengawal kegiatan masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai tugas pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan dan dukungan terhadap setiap inisiatif positif warga.
Hingga kegiatan selesai, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Pacet dilaporkan tetap aman dan kondusif. Tidak ada gangguan selama kegiatan berlangsung.
*Lebih dari Sekadar Bersih-Bersih*
Aksi sosial GRRM di Masjid Al Fatah ini menjadi bukti bahwa menjaga rumah ibadah juga berarti menjaga kebersamaan.
Di tengah kesibukan tugas, Polsek Pacet memilih untuk hadir, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli.
“Ketika polisi dan masyarakat berjalan bersama, maka lingkungan akan terasa lebih aman, tempat ibadah akan terasa lebih bersih, dan hubungan akan terasa lebih dekat,” tutup AKP Khoirul Umam.
Kegiatan seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai upaya memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman untuk beribadah. (Jay/Adv)










