Majalahglobal.com, Mojokerto – Terendam banjir 1 meter, Harimau Mojokerto Nusantara (HMN) dan Kepala Desa (Kades) Jumeneng mengapresiasi kerja cepat Bupati Mojokerto dan jajaran dalam menangani bencana banjir di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Kepala Desa Jumeneng, Suharianto didampingi Anggota HMN, Muhajir menerangkan, Desa Jumeneng terendam banjir selama 5 hari hingga mencapai ketinggian 1 meter. Mulai dari malam takbir hingga H+4 lebaran.
“Bupati Mojokerto dan dinas terkait di saat malam takbir itu langsung meninjau lokasi Banjir di Desa Jumeneng. Hal itu berkat gerak cepat Anggota HMN yang langsung komunikasi dengan Bupati Mojokerto dan dinas terkait. Sebenarnya, Desa Jumeneng sudah antisipasi banjir. Mulai dari pembenahan tanggul dan peninggian tanggul,” ungkapnya, Senin (30/3/2026) di tanggul Desa Jumeneng.
Namun, dikarenakan Dam Tinggarbuntut ada sumbatan dan pintu air Dam Tinggarbuntut tidak bisa dibuka maka air tidak bisa mengalir. Hal ini yang menyebabkan debit air naik dan menyebabkan tanggul jebol di Desa Jumeneng.
“Jadi, permasalahannya ada di Dam Tinggarbuntut. Dalam pandangan saya, Dam Tinggarbuntut jika tidak ada sudetan sampai kapanpun bencana banjir akan terus menghantui wilayah Kecamatan Mojoanyar dan wilayah Kecamatan Bangsal,” paparnya.
Kuncinya, ada di pembenahan Dam Tinggarbuntut agar kedepannya bencana banjir ini tidak terjadi lagi. Disamping sudetan kalau bisa itu ada kompas pembuangan dari sungai sadar dibuang ke sungai brantas.
“Jadi begitu volume sungai sadar naik bisa dibuang ke sungai brantas. Ini jaraknya cuma 500 meter. Dengan begitu, insha Allah bencana banjir tidak terjadi lagi,” harapnya.
Pihaknya menyampaikan terima kasih atas kerja cepat dan tepat dari Bupati Mojokerto Gus Barra, Camat Mojoanyar, dan semua dinas di Kabupaten Mojokerto.
“Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto dengan alat beratnya yang langsung turun. BPBD dengan memberikan bantuan selimut, pampers, peralatan bersih-bersih rumah, dan perahu,” ucapnya.
Kemudian Dinas Sosial dengan dibukanya dapur umum dan bantuan beras. Dinas Kesehatan yang hari ini melakukan fogging.
“Serta Dinas Pertanian sesuai instruksi Bupati Mojokerto juga menetapkan gagal panen petani Desa Jumeneng ditetapkan sebagai bencana alam poso. Jadi, nantinya ada bantuan dari Dinas Pertanian dalam bentuk bibit atau yang lainnya,” terangnya.
Dijelaskannya, 70% tanggul saat ini sudah dibenahi. Agak lambat karena material perlu dilangsir menggunakan alat berat sejauh 1 kilometer.
“Total ada 3 alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto yang berusaha agar bencana alam banjir di Desa Jumeneng tidak berlarut-larut,” tutupnya. (Jay/Adv)
