Di Balik Setahun Kepemimpinan Warsubi-Salman: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Ungkap Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan

Di Balik Setahun Kepemimpinan Warsubi-Salman: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Ungkap Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan
Di Balik Setahun Kepemimpinan Warsubi-Salman: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Ungkap Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan
Majalahglobal.com, Jombang Tepat satu tahun setelah tampuk kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid diamanahkan, Kabupaten Jombang telah menunjukkan dedikasi yang tak tergoyahkan dalam memacu akselerasi kualitas pendidikan. Pemerintahan di bawah duet ini secara konsisten mengarahkan fokusnya pada tiga pilar utama: transformasi digitalisasi pendidikan, penguatan integral karakter peserta didik, serta peningkatan mutu pengajaran secara holistis. Langkah-langkah strategis ini merupakan bagian tak terpisahkan dari visi besar untuk mempersiapkan generasi emas Jombang dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sepanjang kurun waktu satu tahun terakhir, di bawah kepemimpinan yang progresif dari Bupati Warsubi dan Wabup Salmanudin Yazid, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang terus menerus mengintensifkan upaya pembangunan di sektor pendidikan. Ini diwujudkan melalui implementasi program-program yang terangkum dalam lima bidang strategis yang saling bersinergi dan komplementer.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, M.Si., mengemukakan bahwa pada bidang pembinaan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), titik berat perhatian dialihkan pada pembenahan dan peningkatan sarana prasarana pendidikan. Selain itu, juga berfokus pada pengembangan secara komprehensif bakat dan potensi prestasi yang dimiliki oleh para siswa-siswi.

Inisiatif konkret terlihat dari upaya rehabilitasi dan pembangunan kembali ruang-ruang kelas, modernisasi perpustakaan, penyediaan fasilitas laboratorium yang lebih memadai, hingga pengadaan berbagai fasilitas pendukung edukasi lainnya. Semua ini dilaksanakan secara bertahap dan terencana, demi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inspiratif.

“Program pembinaan prestasi yang diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), serta beragam kompetisi bergengsi lainnya, telah berhasil mengantarkan para pelajar Jombang meraih penghargaan dan pengakuan hingga kancah nasional,” jelas Wor Windari dengan bangga, menyoroti capaian yang membanggakan.

Tak hanya itu, pada bidang pembinaan ketenagaan, pemerintah daerah juga tak luput memberikan dukungan penuh dalam peningkatan kualifikasi dan kompetensi sumber daya manusia di dunia pendidikan. Ini diimplementasikan melalui program beasiswa yang diperuntukkan bagi siswa-siswi berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk jenjang S1 dan S2, serta apresiasi terhadap guru-guru berprestasi sebagai motor penggerak pendidikan.

Pada ranah kebudayaan, pelestarian dan revitalisasi nilai-nilai luhur budaya lokal terus digalakkan dengan intensitas tinggi. Ini terwujud melalui beragam kegiatan literasi budaya, pementasan seni, serta upaya penguatan karakter bangsa yang berakar pada kearifan lokal.

Seluruh rangkaian program dan inisiatif ini, secara keseluruhan, merupakan bagian integral dari visi besar pemerintah daerah untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh penjuru Kabupaten Jombang. “Kami bertekad untuk memastikan bahwa setiap anak di Jombang berhak mendapatkan akses layanan pendidikan yang prima, seraya tetap kokoh menancapkan akarnya pada kekayaan budaya daerahnya sendiri,” tegas Wor Windari, menegaskan komitmen ganda terhadap pendidikan dan pelestarian identitas.

Lebih lanjut diungkapkan, bahwa pada sektor kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang secara aktif melakukan pemutakhiran dan validasi Data Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Jombang. Langkah ini merupakan fondasi pijakan strategis dalam merumuskan arah pembangunan kebudayaan yang lebih terukur dan terencana.

“PPKD ini merupakan amanat konstitusional yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang secara eksplisit menekankan pentingnya pengelolaan dan pengembangan potensi budaya secara terpadu dan berkesinambungan,” papar Wor Windari M.Si., mengacu pada landasan hukum yang kuat.

Informasi tambahan juga menyoroti fakta bahwa Kabupaten Jombang adalah lumbung kekayaan budaya yang sangat multiform. Warisan ini meliputi spektrum yang luas, mulai dari warisan budaya benda dan tak benda, tradisi lisan yang hidup, manuskrip kuno, ritus-ritus sakral, pengetahuan tradisional yang diwariskan turun-temurun, seni pertunjukan yang memukau, hingga keberadaan situs dan kawasan bersejarah yang menjadi saksi bisu peradaban.

“Keanekaragaman budaya ini tidak hanya menjadi identitas lokal yang unik, tetapi juga merupakan kontribusi yang sangat berharga dan substansial bagi khazanah kebudayaan nasional kita,” tegasnya, menegaskan nilai universal dari warisan budaya Jombang.

Secara keseluruhan, satu tahun kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin telah diabdikan untuk meletakkan fondasi yang kokoh dan tak tergoyahkan. Fondasi ini dibangun melalui serangkaian transformasi yang mengusung akronim “RAMAH” (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, Harmonis). Visi ini diarahkan sepenuhnya demi mencapai cita-cita luhur Indonesia Emas 2045, dengan menjadikan pendidikan dan kebudayaan sebagai pilar utama kemajuan bangsa. (Mhd/Adv)

Exit mobile version