Majalahglobal.com, Mojokerto – Ruwuh Dusun Paras, Kepala Desa Kembangbelor jelaskan hal itu untuk lestarikan sumber penghidupan.
Kepala Desa Kembangbelor, Mukhtar Effendi menerangkan, Ruwah Dusun Paras sebetulnya bukan hal yang baru karena sudah menjadi adat budaya turun temurun berkat dari peninggalan leluhur yang ada di Dusun Paras sehingga sampai hari ini terus dibudayakan dan dilestarikan.
“Tentunya ini banyak hal yang menjadi kepentingan-kepentingan masyarakat khususnya yang di sumber mata air karena itu sumber penghidupan yang diyakini oleh masyarakat kami sehingga Ruwah Dusun Paras ini terus dilestarikan,” ucapnya, Minggu (8/2/2026) di Lapangan Dusun Paras, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Ditambahkannya, kearifan lokal di Desa Kembangbelor masih melekat dan tidak ada batasan. Setiap tahun Ruwah Dusun Paras terus diakukan agar generasi penerus terus melanjutkan.
“Tujuan utamanya Ruwah Dusun Paras adalah menyampaikan rasa syukur kepada Allah dan mengingat jasa leluhur kita yang telah meninggal mendahului kita,” jelasnya.
Tentunya di tahun 2027 pihaknya akan berfikir bagaimana meningkatkan daya tarik dari luar Desa Kembangbelor agar bisa menaikkan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan meningkatkan potensi desa.
“Ruwah Dusun Paras bisa menjadi sarana untuk menaikkan PAD Kembangbelor,” terangnya. (Jay/Adv)
