Majalahglobal.com, Mojokerto – Malam 1 Rajab, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H. selaku Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda menggelar rutinan selawat dan doa bersama, Sabtu (20/12/2025) di Jalan Raya Banjarsari Nomor 59, Kedunglengkong, Dlanggu, Mojokerto.
Hadi Purwanto menjelaskan, di malam 1 Rajab ini, mohon dibantu mendoakan prestasi Esia Fatihah Hadi yang Alhamdulillah telah mendapatkan ranking 1 di kelas XI SMAN 1 Bangsal Kabupaten Mojokerto.
“Selain itu, mohon dibantu mendoakan Titan Pasyahrani Hadi agar dimudahkan dalam menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya. Dan yang terakhir, mohon dibantu mendoakan ahli kubur keluarga saya,” terangnya.
Penasihat Kegiatan, Ustaz Mukid menerangkan, semoga pertemuan ini, wasilahnya nantinya kita semua dipertemukan Allah di surganya.
“Perlu diketahui, rezeki kita itu sudah dijamin Allah. Jangan memikirkan soal rezeki. Kita semua dihidupkan di dunia ini dijamin Allah baik itu soal rezeki maupun kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Diterangkannya, Allah itu sangat dekat. Oleh karena itu, mari berdoa sebanyak-banyaknya kepada Allah.
“Sementara jika manusia dimintai terus akan ada titik bosen dan titik jenuh. Kalau Allah tidak, semakin hambanya kenceng doanya semakin disayang hambanya tersebut,” paparnya.
Pihaknya mengajak agar lebih mengenal Allah dengan cara tahajud, duha, dan salat wajib secara tepat waktu.
“Kita niatkan sebelum tidur, kalau kita mengaku kenal dengan Allah namun tidak memenuhi panggilannya maka apakah pantas kita mengaku mengenal Allah,” ujarnya.
Ditambahkannya, sesungguhnya Allah itu maha kaya, Allah bisa mengkayakan orang miskin dan memiskinkan orang kaya.
“Pertemuan hari ini merupakan malam 1 Rajab. Rajab adalah bulan persiapan untuk menyambut bulan Ramadan, sehingga kita harus memperbanyak ibadah dan amal sholeh. Doa di bulan Rajab lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT,” paparnya.
Dan yang terakhir, mari sama-sama berdoa untuk Almarhum Mbah Sentono, Ahli Kubur Dusun Banjarsari, Ahli Kubur Dusun Kaliputih, dan Ahli Kubur Desa Jumeneng.
“Selain itu, mari kirim doa juga untuk Almarhum Abah Jaswadi, Bapak Muari, Almarhumah Ibu Riamah, Mbak Lilik dan Bibi Khotun,” ungkapnya.
Disisi lain, mari juga mendoakan Almarhum Eyang Darno Winarto, Bapak Saman Hudi, Mas Hartoyo, Mbah Sadiman, Mbah Subarjo, Mbah Bai, dan Abah Diro.
“Semoga seluruh ahli kubur kita semua diampuni dosanya dan diberikan Allah hadiah yang terbaik yakni surga firdaus,” harapnya.
Penasehat Jemaah, K.H. Mathori Hasan menambahkan, setelah salat itu wajib dzikir dulu dan doa dulu. Muhammad itu artinya benar.
“Kalau ada wali Allah seperti Ustaz dan Kiai tapi bohong maka bukanlah Wali Allah. Contohnya saat ada orang yang hutang ke Ustaz atau Kiai namun Ustaz dan Kiai tersebut malah bilang tidak ada uang. Itu bohong, bilang saja saat ini tidak bawa uang jika memang tidak berkenan memberikan hutang,” ungkapnya.
Ditegaskannya, doa itu lebih baik dari dunia seisinya. Jangan pernah malas ataupun putus asa dalam berdoa.
“Berdoa itu tidak langsung dikabulkan. Butuh proses 1 tahun, 2 tahun ataupun 3 tahun baru dikabulkan,” pesannya. (Jay/Adv)
