Majalahglobal.com, Mojokerto – Pertemuan pelaku budaya yang difasilitasi oleh madyantara ring majapahit dalam acara diskusi kebudayaan pada moment Dirgahayu 732 wilwatikta mahadhikara yang diselenggarakan di Puri Dwarawati Homestay di kecamatan Trowulan Mojokerto kabupaten Mojokerto sangat menarik dan membahagiakan.
Pasalnya dalam diskusi kebudayaan dihadiri langsung oleh staf khusus kementerian kebudayaan RI bidang diplomasi budaya dan hubungan internasional, Annisa rengganis, S.I.P., M.A.
Dalam materinya telah disampaikan tentang beberapa kebudayaan di indonesia yang benar-benar perlu diperhatikan, serta menyampaikan banyak barang-barang tinggalan di nusantara berada di luar negeri.
“Ada ribuan barang yang akan ditarik kembali ke Indonesia serta dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan bahwa kementrian kebudayaan RI akan intens dan sering melaksanakan kunjungan atau pemantauan langsung di wilayah Trowulan,” ungkapnya.
Selain itu, ia akan lebih memperhatikan pemberdayaan komunitas budaya di kawasan majapahit Trowulan. Pelaku komunitas budaya secara subtansi adalah subject bukan object.
Dalam diskusi terbuka tersebut telah di hadiri oleh perwakilan 50 kelompok kebudayaan di lintas KCBN (kawasan cagar budaya), dalam diskusi kebudayaan setiap perwakilan kebudayaan juga menyampaikan aspirasi serta kondisi dan juga berbagai hal yang harus di lakukan dalam penyalamatan cagar budaya di kawasan KCBN (kawasan cagar budaya nasional) Majapahit.
Dalam waktu yang sama setelah acara diskusi kebudayaan Ketua madyantara ring Majapahit, Toni Eko Sulistyono, S.E.
Dalam kesempatan itu ia menyampaikan banyak terima kasih kepada perwakilan 50 penggerak kebudayaan di 50 desa di kawasan cagar budaya nasional (KCBN) yang telah hadir dan turut menyampaikan aspirasi.
“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada perwakilan kementerian yang telah hadir pada season acara diskusi kebudayaan, bahwasanya acara diskusi kebudayaan kali ini adalah moment yang sangat penting karena melihat kondisional di kawasan cagar budaya nasional (KCBN). Majapahit yang penuh dengan kompetensi dan harapan nusantara di era modernisasi jangan sampai benar-benar sirna kertaning bumi atau hilang dimakan peradaban. Masa regenerasi perlu melihat jatidiri nenek moyangnya melalui peninggalan-peninggalan nusantara.
Ia juga menyampaikan bahwa diskusi kebudayaan ini sangat penting untuk jaring aspirasi serta menyampaikan suatu hal yang harus di benahi dan harus di sempurnakan untuk penyelamatan kebudayaan di kawasan cagar budaya nasional (KCBN) majapahit. (Jay)
