Pembangunan Infrastruktur Pertanian HIPPA Tirto Mulyo di Desa Rembun

Pembangunan Infrastruktur Pertanian HIPPA Tirto Mulyo di Desa Rembun

Majalahglobal.com, Malang – Kelompok Petani Pemakai Air (HIPPA) Tirto Mulyo Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, tengah menunjukkan komitmennya dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur pertanian di wilayahnya. Melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), kelompok HIPPA Tirto Mulyo melaksanakan proyek irigasi yang sangat bermanfaat bagi para petani di desa rumben.

Papan informasi

Pekerjaan yang dimulai sejak 16 Oktober 2025 ini berjalan sesuai jadwal dan direncanakan rampung dalam waktu 60 hari kalender, tepatnya pada 14 Desember 2025. Proyek ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp.195.000.000. Sesuai dengan Nomor PKS HK. 02.01/Bbws10.09.6/181/O3-TGAI/VIII/2025, pelaksanaan proyek ini dilakukan secara swakelola, sebuah metode yang memberdayakan masyarakat petani itu sendiri.

 

Berdasarkan pantauan langsung yang dilakukan pada hari Jumat 7 November 2025, progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 50% lebih, berjalan dengan sangat baik dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Ketua HIPPA Tirto Mulyo, Sumaji memimpin langsung jalannya proyek ini. di bawah pengawasannya, para anggota kelompok bekerja sama untuk memastikan kualitas hasil kerja yang maksimal.

 

Kepala Desa Rumben, Ahmad Sholeh juga turut berperan aktif dalam mengawasi pekerjaan ini, Kehadiran beliau memastikan bahwa seluruh tahapan proyek berjalan dengan baik, serta benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para petani desa rumben. Dengan adanya kolaborasi yang antara HIPPA dan pemerintah desa, proyek ini menjadi contoh sukses pemberdayaan masyarakat dalam mengelola aset publik.

 

Diharapkan setelah proyek ini selesai, distribusi air irigasi ke lahan pertanian akan menjadi lebih lancar dan efisien. Peningkatan infrastruktur ini tidak hanya akan membantu meningkatkan produktivitas hasil panen, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani. Keberhasilan proyek ini menjadi bukti nyata bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah kunci utama dalam pembangunan yang berkelanjutan. (Mhd/Adv)

Exit mobile version