Pilih Mana, Nikah Sehat atau Nikah Nekat? Berikut Penjelasannya

Lumajang – Pernikahan merupakan salah satu fase penting dalam kehidupan manusia. Namun, di balik kebahagiaan menuju rumah tangga, terdapat tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan, terutama dari sisi kesehatan fisik, mental, dan spiritual. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam kegiatan Seminar Pra Nikah yang dibawakan oleh dr. Erfina Rokhmah dengan tema “Nikah Sehat atau Nikah Nekat?”.

 

 

Makna Pernikahan Menurut Undang-Undang

 

Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Pasal 1), disebutkan bahwa:

 

“Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.”

 

 

 

Artinya, pernikahan bukan hanya soal cinta atau legalitas, tetapi juga menyangkut kesiapan lahir dan batin dalam membangun keluarga yang harmonis dan sehat.

 

Makna Kesehatan Menurut Hukum dan WHO

 

WHO (World Health Organization) pada tahun 1948 mendefinisikan kesehatan sebagai:

 

“Keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang sempurna, bukan hanya sekadar ketiadaan penyakit atau kelemahan.”

 

 

 

Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menegaskan bahwa:

 

> “Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.”

 

 

 

Dengan demikian, nikah sehat berarti kesiapan menyeluruh untuk membangun keluarga yang sehat dan produktif.

 

Mengapa Nikah Harus Sehat?

 

Nikah sehat bukan sekadar formalitas, melainkan investasi kesehatan bagi cinta, keluarga, dan generasi mendatang. Pasangan yang sehat dapat menurunkan kualitas hidup yang baik kepada anak-anak mereka, sekaligus menghindarkan risiko penyakit menular dan kelainan genetik.

 

Penyakit yang Dapat Ditularkan oleh Pasangan

 

Beberapa penyakit menular seksual seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan Hepatitis B dan C dapat berpindah dari pasangan ke pasangan, bahkan menular pada janin. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan pra-nikah sangat penting dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah penyakit-penyakit tersebut.

 

Waspada Terhadap Penyakit Genetik: Thalasemia

 

Salah satu penyakit keturunan yang perlu diwaspadai adalah Thalasemia, yaitu kelainan genetik pada pembentukan hemoglobin yang menyebabkan sel darah merah mudah rusak.

Jika kedua orang tua merupakan pembawa sifat (carrier), maka:

 

25% kemungkinan anak lahir dengan thalasemia mayor (berat),

 

50% kemungkinan anak menjadi pembawa sifat seperti orang tuanya,

 

25% kemungkinan anak lahir normal tanpa gen thalasemia.

 

 

Akibatnya, anak dapat menderita anemia berat yang berdampak pada pertumbuhan dan kesehatan ibu serta janin.

 

Risiko Kehamilan dan Pentingnya Persiapan

 

Nikah sehat juga berarti kesiapan untuk menghadapi kehamilan secara aman dan bertanggung jawab. Pasangan yang mempersiapkan diri dengan baik, baik fisik maupun mental, akan terhindar dari komplikasi berbahaya selama kehamilan dan persalinan.

 

Cara Mencegah Risiko dalam Pernikahan

 

1. Menikah di Usia Ideal – agar kondisi reproduksi matang dan siap.

 

 

2. Melakukan Pemeriksaan Pra-Nikah (Premarital Check Up) – untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kesiapan tubuh.

 

 

3. Menjaga Gizi Seimbang – karena nutrisi berperan penting dalam kesuburan dan perkembangan janin.

 

 

4. Melakukan Vaksinasi dan Perlindungan Diri – untuk mencegah penularan penyakit dan melindungi calon ibu serta bayi.

 

 

 

Penutup

 

dr. Erfina Rokhmah menegaskan bahwa:

 

“Mencegah generasi yang lemah dimulai dari nikah sehat, hamil sehat, dan lahir sehat. Keluarga sehat, generasi kuat, bangsa hebat.”

 

Seminar Pra Nikah ini diharapkan dapat membuka wawasan para peserta agar tidak hanya siap menikah secara hukum dan agama, tetapi juga siap secara kesehatan dan tanggung jawab. Karena pernikahan yang sehat adalah fondasi bagi generasi yang kuat dan masa depan bangsa yang lebih baik. (Atz)

Exit mobile version