Bapenda Kabupaten Mojokerto Usung 4 Inovasi Utama

Bapenda Kabupaten Mojokerto Usung 4 Inovasi Utama
Bapenda Kabupaten Mojokerto Usung 4 Inovasi Utama

Majalahglobal.com, Mojokerto – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan komitmen menghadirkan pelayanan pajak yang modern, transparan, dan berintegritas melalui serangkaian inovasi digital unggulan.

 

Berbagai terobosan berbasis teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Sekaligus mendukung program nasional Monitoring Centre for Prevention (MCP) oleh KPK-RI.

 

Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah menerangkan, inovasi digital merupakan wujud nyata transformasi Bapenda menuju pelayanan publik yang efektif dan efisien.

 

“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, agar pelayanan pajak daerah semakin mudah diakses masyarakat. Sekaligus meningkatkan akurasi data dan transparansi pengelolaan pajak. Ini adalah bagian dari langkah menuju Zona Integritas dan Wilayah Bebas dari Korupsi,’’ ungkapnya, Rabu (15/10/2025).

 

Terbaru, Bapenda bahkan memperkenalkan dua inovasi strategis, yakni SIP DEH (Sistem Informasi Pajak Daerah) dan PESAN PAKDE (Pelayanan Sambang Pajak Daerah ke Desa).

 

Melalui SIP DEH, Bapenda menghadirkan sistem konfirmasi data wajib pajak berbasis WhatsApp Gateway yang memudahkan masyarakat dalam memverifikasi identitas dan menerima dokumen SPPT secara langsung di perangkat mereka.

 

“Sistem ini juga berfungsi sebagai kanal komunikasi dua arah, memberikan informasi terkini terkait jadwal pembayaran, program keringanan, maupun pengumuman penting lainnya,” ungkapnya.

 

Sedangkan, PESAN PAKDE merupakan inovasi pelayanan jemput bola yang membawa petugas pajak langsung ke desa-desa. Layanan ini bertujuan untuk mendekatkan akses pembayaran dan konsultasi pajak kepada masyarakat di pelosok desa secara bergilir.

 

“Dengan PESAN PAKDE, masyarakat tidak perlu datang ke kantor. Petugas kami yang akan hadir di desa untuk melayani, sehingga semua warga dapat merasakan kemudahan dan kecepatan layanan pajak daerah,” jelas Nurul.

 

Tak sekadar itu, Bapenda juga tengah optimalkan inovasi SiPanjol (Sistem Pajak Online) yang sudah berjalan. Aplikasi berbasis Android yang memungkinkan wajib pajak melaporkan dan membayar pajak secara daring. Melalui SiPanjol, wajib pajak dapat mengakses data pajak, memeriksa status pembayaran, dan melakukan transaksi langsung melalui integrasi dengan Bank Jatim.

 

’’Aplikasi ini terbukti mempermudah pelayanan tanpa harus datang ke kantor Bapenda, sekaligus menekan potensi kesalahan dan mempercepat proses administrasi,’’ tandasnya.

 

Selain SiPanjol, Bapenda juga mengembangkan GIS-EL (Geographic Information System Electronic Layout).

 

Sistem berbasis peta digital yang berfungsi untuk memetakan, memantau, dan memvalidasi objek pajak di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Inovasi ini memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS) untuk menampilkan data pajak secara spasial dan real-time.

 

Dengan GIS-EL, Bapenda dapat dengan mudah mengidentifikasi objek pajak baru, memperbarui data, serta memastikan keakuratan dan efisiensi dalam pengawasan.

 

’’GIS-EL menjadi alat bantu penting dalam mempercepat validasi data dan meningkatkan potensi penerimaan daerah melalui pemetaan digital yang akurat,’’ jelasnya.

 

Melalui empat inovasi utama, terdiri SiPanjol, GIS-EL, SIP DEH, dan PESAN PAKDE, Bapenda Kabupaten Mojokerto terus memperkuat posisi sebagai instansi pelopor transformasi digital di daerah. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga menjadi wujud nyata reformasi birokrasi menuju pemerintahan yang transparan, berintegritas, dan bebas dari korupsi.

 

’’Kami ingin inovasi-inovasi ini menjadi bukti, Bapenda Kabupaten Mojokerto siap menghadapi era digital, dengan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,’’ pungkas Nurul. (Jay/Adv)

Exit mobile version